Geger Bank Aceh Unggul, Bobby Nasution Akui: Bank Sumut Kalah Langkah!

Direktur Bank Aceh Fadhil Ilyas, (kiri) dan Bobby Nasution Gubernur Sumut, (kanan).(Poto/ist).

BANDA ACEH, Satuju.com – Dunia perbankan daerah mendadak geger setelah pernyataan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang secara terbuka memuji Bank Aceh sebagai bank daerah yang lebih unggul dibanding Bank Sumut.
Pernyataan itu sontak menjadi perbincangan luas di kalangan pelaku ekonomi dan analis keuangan regional.

“Masalah ekspansi ini bukan hanya di luar, di dalam pun kita masih kalah BPD dengan beberapa BPD lain. Dari sejumlah kegiatan di daerah kita, sepertinya kita masih kalah sama Bank Aceh,” ujar Bobby, (1/11/2025).

Bank Aceh Jadi Sorotan, Bank Sumut Tersentak

Ucapan Bobby tersebut memantik gelombang diskusi. Banyak pihak menilai pengakuan itu bukan sekadar perbandingan antar-BPD, melainkan sinyal kuat bahwa Bank Aceh kini menjadi barometer baru bank pembangunan daerah (BPD) di Indonesia bagian barat.

Bank Aceh Syariah (BAS) memang menunjukkan performa impresif dalam beberapa tahun terakhir. Setelah bertransformasi menjadi bank syariah penuh sejak 2016, Bank Aceh berhasil memperkuat fondasi keuangan, menumbuhkan aset secara konsisten, dan memperluas jangkauan digital ke pelosok daerah.

“BAS kini bukan hanya simbol kebangkitan ekonomi Aceh, tetapi juga bukti bahwa bank daerah bisa kompetitif tanpa harus meninggalkan karakter lokalnya,” ujar seorang pengamat ekonomi Aceh.

Dari Pinggiran ke Pusat Panggung Ekonomi

Transformasi Bank Aceh terbukti mendorong peningkatan pembiayaan produktif, terutama bagi sektor UMKM, pertanian, dan energi mikro rakyat. Di sisi lain, bank ini juga menjaga stabilitas keuangan daerah dengan memastikan perputaran dana pemerintah tetap beredar di Aceh.

Kinerja yang relatif stabil bahkan di tengah tekanan ekonomi global menjadikan Bank Aceh bahan studi menarik bagi akademisi dan regulator keuangan.
“BAS berhasil menunjukkan keseimbangan antara keberlanjutan syariah dan pertumbuhan ekonomi daerah. Itu kombinasi yang jarang dimiliki BPD lain,” tambahnya.

Geger Jadi Momentum Baru

Fenomena “geger Bank Aceh” ini bukan semata soal siapa lebih hebat, tetapi menjadi momentum refleksi bagi seluruh BPD di Indonesia. Bahwa daya saing daerah bisa lahir dari tata kelola keuangan yang bersih, inovatif, dan berpihak pada ekonomi rakyat.

Bobby Nasution sendiri tampak realistis. Dengan menyebut Bank Aceh lebih unggul, ia secara tidak langsung mendorong kompetisi sehat antar-bank daerah, agar masing-masing mampu berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan ekonomi regional.

Ke Depan: Saatnya Bank Daerah Bangkit

Meski diapresiasi, Bank Aceh tetap ditantang untuk menjaga momentum. Peningkatan literasi keuangan, perluasan akses digital, serta penguatan kemitraan dengan dunia usaha menjadi kunci mempertahankan reputasi unggul.

Geger ini justru menjadi semangat baru bukan hanya bagi Aceh, tetapi bagi seluruh bank daerah yang ingin membuktikan diri mampu bersaing, tumbuh, dan menyejahterakan rakyatnya.(M.R)