Warga, Black List Kontraktornya

Kontraktor Diduga Sewa Preman Intimidasi Warga yang Menolak Penggalian Lubang Pipa

Ket. Poto : Lokasi Peningkatan Distribusi air PDAM Ibu Kota Kecamatan (IKK) Bukit Batu.

SUNGAIPAKNING, Satuju.com - Proyek Peningkatan Distribusi air PDAM Ibu Kota Kecamatan (IKK) Bukit Batu yang dilaksanakan oleh rekanan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkalis tahun 2021, dinilai semakin meresahkan warga Sungai Pakning.

Berdasarkan pantauan wartawan pekerjaan yang menggali lubang pipa di depan rumah warga sepanjang Jalan Jendral Sudirman Sungai Pakning hingga Desa Dompas tersebut, terlihat tidak beraturan, selain mengganggu aktivitas lalu lintas warga, bekas material penggalian juga berserakan mengotori halaman rumah warga, terutama pada halaman toko - toko yang berada di pusat kota.

Selain itu, proyek dari APBD Bengkalis tahun 2021 yang diperkirakan menelan anggaran milyaran rupiah tersebut, tidak terlihat papan plangnya, sehingga warga tidak tahu siapa kontraktor atau bos besarnya.

Diduga Kontraktor Sewa Preman, Intimidasi Warga 

Informasi yang dirangkum media ini dari beberapa sumber di Sungai Pakning, menyebutkan bahwa diduga kontraktor galian pipa PDAM atau proyek peningkatan distribusi IKK Bukit Batu ini, menyewa preman untuk jadi pengawas pekerjaan proyek.

Hal itu terungkap dari cerita salah seorang warga Sungai Pakning, pada Kamis (9/12/2021), telah terjadi intimidasi dan pengancaman dari pengawas proyek kepada salah satu keluarga yang terdapat di pusat kota Sungai Pakning.

"Iya pak, tadi pagi kejadiannya di sebelah Wisma Wisata Sungai Pakning, pengawas proyek galian itu membentak - bentak dan memaki - maki warga pemilik ruko, karena warga tersebut menolak galian pipa dilakukan pas di depan pintu rumahnya, kebetulan warga itu pemilik dialer sepeda motor Yamaha," ungkap salah seorang Warga Sungai Pakning, yang namanya tak ingin disebut demi keselamatan dirinya, dan mengaku melihat langsung kejadian tersebut.

Diungkapkannya, Kontraktor yang menyewa preman tempatan itu, diduga untuk mengamankan proyeknya supaya tidak diganggu.

"Kami sangat geram dengan ulah kontraktor yang menyewa preman itu, apalagi yang dibentaknya perempuan dan ibu - ibu, sangat arogan, dan tidak ada etika sama sekali. Kami minta Dinas PUPR Bengkalis hentikan proyek ini, dan segera black list kontraktornya," pungkas warga tersebut.

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui siapa kontraktor peningkatan distribusi IKK Bukit Batu tahun 2021 tersebut, dikarenakan media ini tidak dapat menemukan papan plank proyek dimaksud.

Sementara itu Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis dikonfirmasi melalui Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) proyek tersebut, Kepala Bidang Cipta Karya Randi saat di hubungi Media ini, belum mengangkat telepon, baik via whatsapp belum ada balasan, sampai berita ini diterbitkan.