Kisah Para Koruptor di Hari Kiamat: Harta Berubah Menjadi Petaka

Ilustrasi. (poto/Ai)

Satuju.com — Gambaran mengerikan tentang nasib para pelaku korupsi di Hari Kiamat kembali menjadi pengingat keras bagi umat manusia. Dalam kisah islami yang beredar luas, digambarkan bahwa pada hari kebangkitan seluruh manusia dikumpulkan tanpa perbedaan status, jabatan, maupun kehormatan dunia.

Langit terbelah, gunung-gunung dihancurkan, dan manusia dibangkitkan dari kubur dalam keadaan telanjang, ketakutan, serta kebingungan. Di Padang Mahsyar, semua manusia berdiri setara tanpa pengawal, tanpa gelar, dan tanpa kekuasaan.

Di antara lautan manusia, tampak sekelompok orang dengan wajah gelap dan tubuh yang tertatih-tatih. Mereka memikul beban berat berupa emas, perak, uang, dan berbagai harta yang dahulu dikumpulkan dengan cara khianat dan zalim. Mereka digambarkan sebagai para pelaku korupsi.

Harta Dunia Menjadi Sumber Azab

Dalam kisah tersebut, harta yang dulu dibanggakan di dunia justru berubah menjadi sumber siksa. Emas dan perak yang ditimbun menjelma lempengan api, sementara uang haram menjadi belenggu panas yang melilit leher dan tangan mereka.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Dan orang-orang yang menimbun emas dan perak dan tidak menafkahkannya di jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka azab yang pedih.”
(QS. At-Taubah: 34)
Harta itu dipanaskan di neraka Jahannam dan disetrikakan ke dahi, lambung, serta punggung para pelakunya. Saat mereka berteriak menolak, dijawab bahwa itulah harta yang dahulu mereka kumpulkan untuk diri mereka sendiri.

Pengkhianat Amanah Dipermalukan
Rasulullah ﷺ juga menegaskan bahwa setiap pengkhianatan amanah akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa siapa pun yang berkhianat akan datang pada Hari Kiamat sambil memikul apa yang ia khianati.

Dalam kisah tersebut, ada yang datang memikul karung uang, menyeret peti emas, hingga membawa dokumen proyek yang dahulu dimanipulasi. Seluruh makhluk menyaksikan tanpa ada lagi rapat tertutup atau rahasia.

Malaikat pun menyeru di hadapan semua makhluk, memperlihatkan para pengkhianat amanah umat. Tidak ada pembelaan, dan tidak ada alasan yang diterima.

Tuntutan Orang-Orang yang Dizalimi
Orang-orang miskin, anak yatim, janda, dan rakyat kecil yang haknya dirampas datang menuntut keadilan. Doa-doa mereka yang dahulu terangkat ke langit kini menjadi saksi.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Kezaliman adalah kegelapan pada Hari Kiamat.”
(HR. Muslim)
Pada hari itu, pahala para pelaku korupsi dipindahkan kepada orang-orang yang mereka zalimi. Ketika pahala habis, dosa para korban ditimpakan kepada mereka.

Penyesalan yang Tak Berguna
Digambarkan pula penyesalan mendalam para pelaku yang memohon agar dikembalikan ke dunia walau sesaat. Namun permintaan tersebut ditolak, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Mu’minun ayat 99–100, bahwa permohonan itu hanyalah kata-kata tanpa makna karena waktu taubat telah berlalu.

Peringatan bagi yang Masih Hidup

Kisah ini disebut bukan sekadar cerita, melainkan peringatan keras bagi siapa pun yang masih hidup. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa setiap daging yang tumbuh dari harta haram, maka neraka lebih layak baginya.

Pesan utama dari kisah ini menegaskan agar manusia tidak mengkhianati amanah, tidak mengambil hak orang lain, dan tidak menukar kehidupan akhirat dengan kenikmatan dunia yang fana. Harta haram, menurut kisah tersebut, tidak pernah menjadi nikmat, melainkan hanya menunda azab.