Islam, HAM dan Hipokrisi Barat: Menimbang Pluralisme dan Moderatisme

Ilustrasi

Oleh: Damai Hari Lubis, Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

Satuju.com - Islam juga:

* Pluralisim
* Sosialisme
* Pelanggar HAM namun Musawah (persamaan)
* Liberalism dan;
* Moderat (al wasathiyyah)

Sehingga andai didapati pertentangan hanya akibat dalam kondisi tertentu yang sedemikian rupa (kondisional) Dalam teori hukum Islam (syar'i), dan hukum nasional (tanah air) bahkan disemua kitab hukum negara-negara di dunia internasional ada istilah force mejeur, overmacht, nodweer atau karena berat lawan dan atau darurat, sehingga "terpaksa" melakukan.

Kalau mereka bangsa Amerika (Yahudi) mau konsisten dan konsekuensi bicara HAM maka secara moral mereka harus contohkan lebih dulu kembali kosongkan Australia, tinggalkan benua Amerika, termasuk Yahudi Israil angkat kaki dari Palestine, jika benar serius tak ingin hidup berdampingan dengan kaum muslim !?

Dalam Islam ada perintah "menyebar lah kalian dimuka bumi dengan membawa keberkahan" Jo perintah agar saling mengenal dan tolong menolong, mencari ilmu walau ke negeri yang jauh sekalipun dan menyebarkan ilmu (yang bermanfaat), tidak dalam konteks menguasai dan merampas hak dan monopoli negeri orang (kolonialisme).

Oleh karenanya bangsa Amerika dengan pola Yudaisme stop bicara HAM dan Pluralisme dan moderatisme serta orientalis- liberalism.

Untuk itu atur saja negara mereka masing masing dan sah karena kemampuan fasilitas (digjaya) untuk sumbangsih seret ke Mahkamah Pidana Internasional tangkap para pemimpin yang terlibat judicial killing dan konglomerat kriminal yang faktanya glamour dengan warna warni kehidupannya mirip bunga kriminil (tanaman hias), yang kasat mata melakukan kejahatan politik konspirasi, namun imunitas dan atau impunitas seperti; koruptor yang substantif merupakan pelanggar HAM dan pemimpin yang disobedient terhadap kejahatan 'paru paru dunia' yang terjadi di banyak negara di dunia, serta terlebih dulu pemimpin jahat di negeri dihadapan mata mereka sendiri.