KH Muhammad Faiz: Dari Anjing Pemburu, Manusia Bisa Belajar Integritas dan Kejujuran
KH Muhammad Faiz. (poto/ist)
Jakarta, Satuju.com — Sebuah penjelasan menarik tentang nilai kejujuran dan integritas datang dari KH Muhammad Faiz, sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram @bukufolk. Dalam pemaparannya, KH Faiz mengajak publik merenungkan satu pertanyaan mendasar: apakah seekor anjing pemburu bisa menjadi penentu halal atau haramnya makanan yang dikonsumsi manusia?
Menurut KH Faiz, dalam ajaran Islam dikenal konsep anjing pemburu yang terlatih. Anjing yang telah dididik secara khusus dan memiliki “ilmu” tidak akan mencuri atau memakan hasil buruannya sendiri. Ia hanya menangkap dan menyerahkan hasil buruan kepada tuannya tanpa melanggar tugas yang telah ditetapkan.
“Anjing yang terlatih memiliki tanggung jawab dan integritas. Ia tidak menyeleweng dari perannya, tidak mengambil yang bukan haknya,” jelas KH Faiz.
Ia menambahkan, perilaku tersebut menunjukkan bahwa pendidikan dan pelatihan mampu membentuk karakter, bahkan pada seekor binatang. Anjing pemburu yang terdidik memahami batasan perannya dan menjalankan tugas dengan disiplin.
KH Faiz kemudian menarik refleksi yang lebih luas pada kehidupan manusia. Ia menilai, jika seekor anjing—yang dalam hierarki makhluk hidup berada di bawah manusia—bisa dididik untuk menjunjung kejujuran dan menahan diri dari perilaku menyimpang, maka seharusnya manusia mampu melakukan hal yang jauh lebih baik.
“Kita sebagai manusia, yang diberi akal dan pikiran, seharusnya merasa malu jika masih mudah tergoda untuk mengambil sesuatu yang bukan hak kita,” ujarnya.
Fenomena ini, menurut KH Faiz, menjadi pengingat penting bahwa integritas bukanlah konsep yang rumit. Kejujuran dan tanggung jawab dapat dipelajari dan diterapkan oleh siapa pun, tanpa memandang status atau kedudukan.
Ia menegaskan bahwa pesan moral dari contoh anjing pemburu tersebut bukan sekadar soal halal dan haram dalam konteks hukum Islam, melainkan pelajaran universal tentang pengendalian diri, amanah, dan antikorupsi.
“Jika binatang saja bisa diajarkan untuk tidak ‘korupsi’, maka tidak ada alasan bagi manusia untuk kalah oleh nafsu dan keinginan yang tidak perlu,” pungkasnya.
Pesan tersebut pun menuai perhatian warganet karena dinilai relevan dengan kondisi sosial saat ini, terutama dalam menumbuhkan kesadaran bahwa integritas sejatinya berawal dari pendidikan karakter dan kesadaran diri.

