Kaya Nutrisi, Ini Cara Menanam dan Merawat Sirsak agar Panen Maksimal

Sirsak. (poto/net)

Satuju.com - Sirsak atau nangka belanda, adalah buah tropis kaya nutrisi (serat, vitamin C, kalium) yang berkhasiat meningkatkan imun, melancarkan pencernaan, dan mengobati asam urat.

Pohon sirsak sering menjadi primadona di halaman rumah karena tajuknya yang rimbun dan hasil buahnya yang menyegarkan. Memiliki pohon sirsak yang rajin berbuah, berukuran besar, serta memiliki rasa manis tentu menjadi kepuasan tersendiri bagi setiap pemilik tanaman. Namun, tidak jarang ditemui kendala seperti bunga yang sering rontok atau buah yang terasa asam dan bantat. 

Kunci utama agar pohon sirsak bisa berbuah lebat dan manis terletak pada pola perawatan harian, mulai dari teknik pemangkasan hingga pemberian nutrisi yang tepat pada tanah. Berikut panduan lengkap budidaya sirsak agar panen melimpah, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Jumat (23/1/2026). 

Tips Merawat Pohon Sirsak agar Berbuah Lebat dan Manis

1. Melakukan Pemangkasan Rutin untuk Merangsang Bunga

Pohon sirsak yang terlalu rimbun dengan daun justru akan menghambat munculnya bunga. Lakukan pemangkasan pada cabang kecil yang tumbuh tidak teratur dan dahan yang kering. 

Dengan memangkas ujung-ujung cabang, nutrisi tanaman akan dialirkan untuk membentuk calon buah daripada terus menumbuhkan daun. Selain itu, pemangkasan memastikan sinar matahari masuk ke area batang utama yang merupakan tempat di mana bunga sirsak sering muncul.

2. Pemberian Nutrisi dengan Pupuk Tinggi Kalium

Agar buah sirsak terasa manis dan tidak hambar, pohon memerlukan asupan kalium yang cukup. Pada masa pertumbuhan, pupuk organik seperti kompos sangat baik untuk tanah. 

Selain itu, bisa menambahkan pupuk yang mengandung unsur Fosfor (P) dan Kalium (K) saat pohon sirsak sudah masuk usia produktif. Kedua unsur ini berfungsi menguatkan tangkai agar buah tidak mudah rontok serta meningkatkan kadar gula alami dalam daging buah.

3. Teknik Penyerbukan Buatan 

Salah satu alasan utama pohon sirsak jarang berbuah adalah kegagalan penyerbukan alami. Bunga sirsak memiliki waktu mekar yang unik, di mana putik dan benang sari seringkali tidak matang bersamaan. 

Cara mengatasinya adalah dengan mengambil serbuk sari dari bunga yang sudah mekar penuh menggunakan kuas kecil, lalu mengoleskannya pada kepala putik bunga yang baru membuka. Teknik ini dapat meningkatkan peluang terbentuknya buah secara drastis.

4. Konsisten Menyiram Pohon

Kebutuhan air harus dijaga agar selalu stabil. Saat pohon sirsak mulai berbunga, pastikan tanah tetap lembap namun tidak becek. Hal ini penting karena air yang menggenang bisa menyebabkan pembusukan akar dan kerontokan bunga. Sebaliknya, saat buah sudah mulai mendekati masa panen, intensitas penyiraman bisa sedikit dikurangi untuk membantu konsentrasi rasa manis pada daging buah menjadi lebih pekat.

5. Mengurangi Jumlah Buah dalam Satu Tangkai

Terkadang dalam satu tangkai muncul terlalu banyak bakal buah. Jika dibiarkan semua, pertumbuhan buah tidak akan maksimal dan ukurannya kecil-kecil. Pilihlah 1 atau 2 bakal buah yang paling sehat dan posisinya paling bagus, lalu buang sisanya. Dengan melakukan ini, pohon dapat memusatkan seluruh energinya untuk membesarkan buah yang tersisa sehingga hasilnya jauh lebih besar dan berkualitas.

6. Membungkus Buah Agar Tidak Cacat

Sirsak sangat rentan terhadap serangan hama kutu putih yang sering membuat kulit buah menjadi hitam dan dagingnya mengeras. Begitu buah berukuran sebesar bola tenis, sebaiknya segera dibungkus menggunakan plastik transparan yang diberi lubang udara atau menggunakan jaring buah khusus. Langkah ini menjaga kulit sirsak tetap mulus, bersih, dan mencegah lalat buah menyuntikkan telur yang bisa membuat buah busuk dari dalam.