Coffee Morning Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi Bersama Insan Pers, Kalapas Hadirkan Dirut PJC & Master Trainer Berlisensi BNSP

Kalapas Bagansiapiapi Agus Imam Taufik, (kanan) Direktur Hukum PJC, Asmanidar, S.,H (Tengah) dan Drs. Wahyudi El Panggabean, M.H.(kiri) (poto/ist). 

Rokan Hilir, Satuju.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi menggelar kegiatan Coffee Morning bersama insan pers di Café Rowbin Bagansiapiapi Rokan Hilir (Rohil), Sabtu (7/02/2026).

Acara ini dihadiri Kepala Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi Agus Imam Taufik, A.md IP, S.H., M.H, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Sigit Pramono, A.Md., IP., S.Sos 
Direktur Utama, Lembaga Pendidikan Wartawan, Pekanbaru Journalist Center (PJC), Drs. Wahyudi El Panggabean, M.H. didampingi Direktur Hukum PJC, Asmanidar, S.,H, serta jajaran pejabat struktural Lapas kelas IIA Bagansiapiapi

Kegiatan berlangsung dalam suasana santai namun penuh keakraban. Forum ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara Lapas dan insan pers 

Acara ini mengusung tema besar: "Mewujudkan Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat". Suasana akrab menyelimuti pertemuan antara jajaran Lapas dengan insan pers yang selama ini aktif mengawal pemberitaan di wilayah Rokan Hilir.

Dalam sesinya, Direktur PJC dan juga Master Trainer berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) itu mengingatkan kembali pentingnya integritas bagi seorang wartawan. "Kebebasan pers diatur dalam Undang-Undang, namun tetap harus dipagari oleh Kode Etik Jurnalistik. Itu adalah panduan utama wartawan dalam melangkah," tegas Wahyudi di hadapan para awak media.

Ia juga memuji histori Bagansiapiapi sebagai daerah legendaris penghasil ikan terbesar dunia, yang menurutnya memiliki potensi besar untuk terus diberitakan secara positif.

Kalapas Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, A.md IP, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah untuk mempererat tali silaturahmi.

"Tak kenal maka tak sayang. Ini adalah tujuan saya menggelar Coffee Morning, untuk menjalin silaturahmi. Dan kali pertama saya duduk bersama rekan-rekan media secara santai seperti ini," ujar Agus Imam.

Beliau menegaskan bahwa Lapas Bagansiapiapi tidak menutup diri. kami menyadari bahwa di daerah ini fungsi media memang menjadi untuk tombak dari sebuah kegiatan yang dilaksanakan oleh lapas Bagansiapiapi ditengah segala keterbatasannya 

Sambungnya, mungkin awak media lebih sangat memahami sekali bahwa lapas ini sangat luar biasa mungkin kalau bisa dicari di Google nanti akan keluar lapas terpadat se-Indonesia dengan tingkat over kapasitas yang paling tinggi se-indonesia dengan segala keterbatasan Di tengah keterbatasan fasilitas , namun pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Kami selalu membuka pintu untuk saran dan masukan positif. Kami juga sampaikan kepada Pak Wahyudi bahwa selain kolaborasi, kami sangat terbuka untuk kritik. Kami sadar dalam menjalankan tugas tentulah tidak sempurna," terangnya. 

Selain memperkuat relasi dengan media, Kalapas juga membawa kabar segar terkait infrastruktur. Saat ini, Lapas Bagansiapiapi tengah menggesa proses pembangunan gedung baru yang diharapkan menjadi solusi atas pelayanan yang lebih optimal.

"Mohon doanya, pembangunan sedang berproses. Insya Allah, pada bulan Mei mendatang sudah bisa terlaksana. Dengan bangunan yang baru nanti, kita bisa mengoptimalkan pelayanan bagi masyarakat Kabupaten Rokan Hilir," harap Kalapas Agus Imam Taufik," tandasnya.**(Syf)