satuju.com

Copyright © satuju.com
All rights reserved
Desain by : sarupo

Ini Faktanya Kelelawar Seukuran Manusia di Filipina

Ada kelelawar yang disebut seukuran manusia di Filipina, kabar ini langsung viral menyebar di media sosial.

Perbandingannya, kelelawar hidup di hampir seluruh dunia, hanya beberapa bagian Bumi yang punya jenis kelelawar besar namun belum terdengar ada sebesar manusia.

Seperti hal viral lainnya, foto yang ditweet dari forum Reddit sebenarnya foto lama beberapa tahun lalu. Namun memang ukuran kelelawar ini jauh lebih besar dibandingkan kelelawar kebanyakan.

Foto asli kelelawar tersebut diambil oleh seorang pengguna Reddit asal Filipina dengan nama akun sakundes yang menemukan kelelawar besar ini di belakang rumahnya.

Dikutip dari Science Alert, menyebutnya seukuran manusia sebenarnya tidak tepat. Angle mengambil foto membuatnya terlihat seperti manusia sedang menggantung secara terbalik.

Spesies terbesar dari kelelawar ini punya rentang sayap hingga 1,7 meter. Tubuhnya sendiri cukup kecil, kira-kira panjangnya 30 cm.

Kelelawar ini sungguhan ada. Si pengguna Reddit punya beberapa foto lain kelelawar tersebut dari angle berbeda.

 

Berbagai keterangan di internet menggambarkannya sebagai atau kalong mahkota emas raksasa. Namun keterangan ini meragukan karena kelihatannya kelelawar itu tidak memiliki ciri khas warna kuning di bagian kepalanya.

Kalong bermahkota emas adalah salah satu spesies kelelawar terbesar di dunia yang merupakan kerabat megabat (kelelawar besar) yang ditemukan di beberapa bagian Afrika, India, Asia, dan Oceania.

Mungkin saja makhluk itu sebenarnya adalah kalong besar (Pteropus vampyrus). Megabat yang sama mengesankannya, punya ciri telinga panjang dan lancip serta wajah dan kepala mirip rubah.

Di Filipina, hampir semua kalong adalah hewan langka terancam punah karena hilangnya habitat mereka dan diburu sebagai sumber makanan manusia.

Meski berbagai budaya menghubungkan kelelawar dengan vampir, kalong sama sekali bukan makhluk haus darah yang berkeliaran di malam hari.

Mereka juga senang di rumpun pohon besar pada siang hari, dan lebih suka minum nektar pepohonan ketimbang menghisap darah. Faktanya, dari lebih dari 1.300 spesies kelelawar yang ditemukan di seluruh dunia, hanya tiga yang menghisap darah.

Sebenarnya keberadaan kelelawar sangat penting bagi ekosistem dunia karena menyediakan pengendalian hama, penyerbukan, penyebaran benih, dan banyak lagi.**

BERITA TERKAIT