Melki, Zaadit, Tiyo: Kritik Mahasiswa di Tengah Bayang-Bayang Kekuasaan
Melki, Zaadit, Tiyo. (poto/ist)
Satuju.com - Habis Ketua BEM UI terbitlah Ketua BEM UGM. Dulu yang mengaku diteror, bahkan akan dihabisi adalah Ketua BEM UI. Kini, giliran Ketua BEM UGM. Bahkan tak hanya dia, tapi juga pengurus BEM UGM lainnya. Ketua BEM UI di era Jokowi, Ketua BEM UGM di era Prabowo.
Ketua BEM UI saat itu bernama Melki Sedek Huang. Bahkan, sebelumnya ada juga, Ketua BEM UI bernama Mohammad Zaadit Taqwa. Keduanya sama hebatnya dengan Ketua BEM UGM saat ini, Tiyo Ardianto.
Tapi, Zaadit tak sampai diteror dan mengaku akan dihabisi seperti Melki dan Tiyo. Kritikan Zaadit saat itu memberikan kartu kuning buat Pemerintahan Jokowi. Kritikan itu bahkan dinilai lembek, karena seharusnya langsung saja diberikan kartu merah. Mungkin karena itu, Zaadit tak sampai diteror, hingga mengaku dihabisi.
Melki mengaku diteror, bahkan hingga dihabisi. Kritikannya yang tajam saat itu, apa lagi kalau bukan soal putusan MK Nomor 90/2023 terkait syarat pencapresan yang memberikan karpet merah buat Gibran. Ini memang sangat sensitif saat itu.
Sayang, kritikan Melki seperti layu sebelum berkembang. Ia dipatahkan dengan dugaan pelecehan seksual, hingga harus dinonaktifkan sebagai Ketua BEM UI saat itu. Ini peringatan juga bagi aktivis mahasiswa. Kalau banyak aib, jangan belagu. Kadang, serangan balik itu bisa berbahaya.
Tiyo Ardianto juga mengaku dicari-cari aibnya. Di hadapan Indra J Piliang, host Channel YouTube Forum Keadilan, ia bercerita panjang lebar. Ia diisukan LGBT. Ngeri. Zaman memang sudah berubah. Melki dan Zaadit tak mengalami zaman seperti yang dialami Tiyo saat ini.
Kritikan Tiyo dituangkan dalam bentuk sepucuk surat yang dikirimkan ke UNICEF di Amerika Serikat sana. Dalam surat itu banyak hal yang ia disampaikan. Mulai dari anak SD yang bunuh diri di NTT, Board of Peace, MBG, hingga anggaran pendidikan.
Hanya saja, yang terkenal dari kritikan Tiyo bukan pada bagian awal, tapi bagian akhir. Bagian awal biasa-biasa saja, mungkin keliru juga. Tapi bagian akhir lebih tegas. Prabowo dianggapnya Presiden yang bodoh.
Era Jokowi dulu saja, tak ada Ketua BEM UGM yang berani bilang Jokowi Presiden bodoh. Ketua BEM UI pun, tak pernah mengatakan itu. Itulah yang membuat Tio saat ini terkenal, hingga diundang podcast.
Tiyo pasti tak merasakan hidup di era Jokowi, di mana pasal makar bisa saja digunakan dan tak satu dua orang yang di penjara. Ia hidup di zaman Prabowo, yang teman-temannya demo lalu ditangkap. Tapi ditangkap bukan karena demonya, melainkan ekses dari demo itu sendiri.
Ketua BEM UI tidak lagi muncul. Padahal Prabowo bukan alumni UI, Bapaknya Soemitro, iya. Pendiri Fakultas Ekonomi UI. Ketua BEM UI digantikan Ketua BEM UGM. Dulu Ketua BEM UGM tak ada yang muncul. Padahal situasi demokrasi jauh lebih buruk. Tokoh oposisi bisa diusir dari kampus UGM.
Menurut Tiyo, kira-kira ijazah Jokowi palsu atau asli ya? Apakah Tiyo juga beranggapan bahwa foto di ijazah Jokowi itu, Jokowi Presiden RI ke-7 atau Jokowi yang lain ya? Ini sudah hampir setahun sejak Rektor UGM digeruduk Roy Suryo Cs dan belum selesai sampai sekarang.
Ketua BEM UGM fokusnya masalah negara-bangsa, bukan masalah remeh-temeh ijazah belaka.

