Oegroseno Angkat Suara, Polri Diobok-obok Kekuasaan di Era Jokowi
Ilustrasi. (poto Ai)
Satuju.com — Mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno kembali menjadi sorotan publik setelah melontarkan kritik tajam terhadap kondisi institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) selama masa pemerintahan mantan Presiden Joko Widodo. Secara tegas, jenderal purnawirawan bintang tiga tersebut menyatakan tidak terima institusi Polri "diobok-obok" oleh kekuasaan.
Kritik keras dan pernyataan "Polri rusak" ini dilandasi oleh beberapa catatan penting Oegroseno terkait kebijakan di era Jokowi, di antaranya:
Pelanggaran Sistem Pembinaan Karier: Puncak kekecewaan Oegroseno dipicu oleh keputusan penunjukan Jenderal Tito Karnavian sebagai Kapolri. Keputusan politik tersebut dinilai melompati terlalu banyak generasi senior, sehingga merusak pakem, sistem urut kacang, dan tradisi pembinaan karier di internal Polri.
Intervensi Struktural: Istilah "diobok-obok" merujuk pada kebijakan struktural dan penempatan perwira tinggi Polri di berbagai instansi kementerian yang dianggap sarat kepentingan politik, sehingga menjauhkan Polri dari semangat reformasi kepolisian.
Konsistensi Mengawal Marwah Polri: Oegroseno menegaskan bahwa sikap kritisnya murni demi menjaga profesionalisme korps Bhayangkara. Hingga Februari 2026, ia masih aktif mengawal isu ini, termasuk turun langsung sebagai saksi ahli di Polda Metro Jaya dalam persoalan hukum yang menyinggung kebijakan era mantan Presiden Jokowi.

