Fahmi Adam Cetak Sejarah, Jadi Ketua DPRD Termuda di Sulawesi Selatan
Fahmi Adam
Gowa, Satuju.com - Di koridor Gedung DPRD Gowa, langkah kaki Fahmi Adam terdengar mantap. Pemuda berusia 26 tahun ini tidak sekadar datang untuk duduk di kursi legislatif biasa; ia datang untuk mencatatkan namanya dalam buku sejarah sebagai Ketua DPRD termuda yang pernah ada di Sulawesi Selatan.
Lahir di Sungguminasa pada 21 April 2000, Fahmi adalah representasi murni dari Generasi Z yang menolak sekadar menjadi penonton dalam kontestasi politik. Di usia di mana banyak rekan sejawatnya baru memulai meniti karier atau berkutat dengan tugas akhir, Fahmi justru sudah memegang palu pimpinan parlemen.
Magnet Suara di Pallangga-Barombong
Keberhasilan Fahmi bukanlah sebuah kebetulan atau sekadar "hadiah" politik. Pada Pemilu 2024 lalu, ia membuktikan kapasitasnya sebagai magnet suara di daerah pemilihan (Dapil) Pallangga-Barombong. Dengan raihan 8.108 suara, Fahmi dinobatkan sebagai top scorer atau peraih suara terbanyak di dapilnya.
Angka tersebut menjadi modal sosial yang kuat sekaligus legitimasi bahwa anak muda memiliki tempat di hati masyarakat Gowa. Kepercayaan konstituen inilah yang kemudian mengantarkan Sekretaris DPC PPP Gowa ini ke kursi tertinggi di parlemen daerah.
Memecahkan Rekor Regional
Pelantikan Fahmi Adam secara resmi memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Andi Muhammad Farid dari Soppeng, yang menjabat di usia 28 tahun. Dengan selisih dua tahun lebih muda, Fahmi kini menjadi standar baru bagi kepemimpinan muda di tingkat provinsi.
Namun, posisi ini bukanlah tanpa tantangan. Berada di lingkungan yang selama ini didominasi oleh politisi senior menuntut Fahmi untuk mampu menyeimbangkan energi muda yang progresif dengan kearifan politik lokal.
Estafet Kepemimpinan yang Unik
Menariknya, masa jabatan Fahmi Adam merupakan bagian dari kesepakatan internal partai yang cukup unik. Sesuai kesepakatan di hadapan notaris, posisi Ketua DPRD Gowa periode 2024-2029 dibagi ke dalam tiga tahap. Fahmi dijadwalkan memimpin selama kurang lebih 22 bulan, melanjutkan tongkat estafet dari Muh Ramli Siddik Dg Rewa.
Model kepemimpinan bergilir ini menuntut Fahmi untuk bekerja ekstra cepat. Dalam waktu yang terbatas tersebut, ia memikul ekspektasi besar untuk membuktikan bahwa Gen Z mampu mengelola kebijakan publik dengan efektif, transparan, dan berpihak pada rakyat.
Simbol Harapan Baru
Bagi banyak pihak, hadirnya Fahmi Adam di kursi pimpinan adalah sinyal kuat bahwa sekat-sekat usia dalam politik mulai luruh. Ia bukan lagi sekadar pelengkap kuota muda, melainkan penentu arah kebijakan di Kabupaten Gowa.
"Ini bukan hanya soal usia, tapi soal bagaimana energi muda bisa berkolaborasi dengan pengalaman para senior untuk membangun daerah," ungkap salah satu kolega di parlemen.
Fahmi Adam kini berdiri di puncak tangga sejarah Sulawesi Selatan. Palu sidang sudah di tangan, dan kini publik menanti: perubahan apa yang akan dibawa oleh sang pendobrak dari Gowa ini.

