Pidato “To Build The World A New”, Momen Bung Karno Perkenalkan Pancasila ke Dunia

Bung Karno

Satuju.com - Sebuah unggahan dari akun Instagram @aghnescynthiamonica kembali mengangkat momentum bersejarah ketika Indonesia memperkenalkan Pancasila di forum dunia melalui pidato Presiden pertama RI, Sukarno, dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 30 September 1960.

Dalam pidato berjudul “To Build The World A New” (Membangun Dunia Kembali), Sukarno menegaskan posisi ideologis Indonesia di tengah percaturan global. Saat itu, Indonesia disebut tidak hadir sebagai negara yang netral tanpa arah, melainkan membawa Pancasila sebagai pandangan dunia.

Unggahan tersebut menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga landasan etika global yang ditawarkan Indonesia kepada masyarakat internasional. Melalui forum PBB, Bung Karno memperkenalkan nilai-nilai yang diyakininya dapat menjadi fondasi membangun tatanan dunia yang lebih adil dan beradab.

“Sejak awal, Indonesia tidak berdiri netral tanpa arah. Bung Karno membawa Pancasila ke forum dunia sebagai penanda posisi ideologis bangsa,” demikian narasi yang disampaikan dalam unggahan tersebut.

Pidato “To Build The World A New” sendiri dikenal sebagai salah satu pidato monumental Sukarno di panggung internasional. Dalam kesempatan itu, ia mengkritik ketimpangan global dan menyerukan pentingnya keadilan serta penghormatan terhadap kedaulatan bangsa-bangsa.

“Kami menamai sesuatu itu Pancasila,” demikian kutipan Bung Karno yang kembali disorot dalam unggahan tersebut.

Narasi tersebut juga mengaitkan relevansi Pancasila dengan situasi geopolitik saat ini. Di tengah kompleksitas hubungan internasional dan dinamika kekuatan global, fondasi nilai yang diperkenalkan sejak 1960 dinilai tetap relevan dalam merumuskan sikap dan kebijakan luar negeri Indonesia.

Unggahan itu pun menuai respons dari warganet yang kembali mendiskusikan peran historis Indonesia dalam percaturan dunia serta posisi Pancasila sebagai identitas ideologis bangsa di level internasional.