Kisah Cinta Berujung Polemik: Pria yang Pernah Membantu FN Merasa Dikhianati, Perempuan Pekanbaru diduga Hamil dari Pria Lain
perempuan berinisial FN (28) di Kota Pekanbaru. (poto/ist)
Pekanbaru, Satuju.com – Kisah hubungan asmara yang berlangsung lebih dari tiga tahun antara seorang pria berinisial S dan perempuan berinisial FN (28) di Kota Pekanbaru kini berujung polemik. S mengaku dikhianati setelah mengetahui FN menjalin hubungan dengan pria lain hingga diduga hamil.
Menurut keterangan yang disampaikan S kepada wartawan, hubungan keduanya telah berlangsung lebih dari tiga tahun. Selama itu pula S mengaku telah banyak membantu kehidupan FN. Namun situasi berubah ketika S harus pergi ke Pulau Jawa selama kurang lebih dua bulan.
“Selama saya pergi itu ternyata dia selingkuh dengan laki-laki lain sampai hamil,” ujar S kepada wartawan.
S menjelaskan, pria yang disebut menjalin hubungan dengan FN tersebut berinisial D, yang diketahui merupakan warga Kota Batam. Hubungan antara FN dan D disebut bermula dari komunikasi yang semakin intens hingga akhirnya berkembang menjadi kedekatan.
Dalam pengakuannya, FN disebut sempat percaya dengan berbagai janji yang disampaikan D, termasuk komitmen untuk menjalin hubungan serius. Namun setelah FN diketahui hamil, D disebut tidak lagi memberikan kepastian maupun tanggung jawab atas kondisi tersebut.
Situasi inilah yang kemudian memicu polemik, karena saat hubungan FN dengan D terjadi, FN diketahui masih memiliki kedekatan dengan S yang selama ini banyak membantu kehidupannya. Kondisi itu membuat S merasa dikhianati setelah mengetahui FN menjalin hubungan dengan pria lain hingga menyebabkan kehamilan.
“Saya sudah hidupkan dia lebih dari tiga tahun. Tapi masih juga bermain dengan laki-laki lain sampai hamil,” kata S.
Perselisihan antara keduanya kemudian memuncak dalam sebuah insiden ketika S dan FN berada di dalam mobil. Saat itu, FN disebut sempat berusaha melompat dari mobil sambil berteriak-teriak. S mengaku menahan FN karena khawatir perempuan tersebut melakukan tindakan berbahaya terhadap dirinya.
Keributan tersebut membuat S sempat menjadi perhatian warga sekitar hingga hampir menjadi sasaran amukan massa. Dalam situasi itu pula, S mengaku dirinya justru dituduh melakukan penganiayaan terhadap FN.
“Hati siapa yang tidak sakit? Polisi kan tidak tahu cerita sebenarnya, pasti tetap saya yang disalahkan,” ujar S.
Peristiwa tersebut akhirnya sampai ke pihak kepolisian di Polsek Sukajadi, Pekanbaru. Namun S menjelaskan bahwa laporan yang sebelumnya sempat ia siapkan sebenarnya hanya sebagai bentuk berjaga-jaga dan bukti bagi keluarganya.
Menurut S, dokumen atau surat yang disiapkan itu juga telah disampaikan kepada orang tua FN. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila suatu saat dirinya justru disalahkan atau dituduh sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kehamilan tersebut.
“Saya hanya berjaga-jaga saja, karena dengan kondisi dia hamil tanpa suami, saya takut nanti malah saya yang disalahkan,” jelasnya.
S juga mengaku sempat menghadap pihak yang memeriksa pada malam hari untuk menjelaskan kronologi yang sebenarnya. Setelah mendengar penjelasan lengkap tersebut, petugas disebut terkejut dengan fakta yang disampaikan.
S menilai bahwa FN telah memutarbalikkan fakta terkait peristiwa yang terjadi.
Sementara itu, proses yang sempat dibicarakan di Polsek Sukajadi Pekanbaru tidak berlanjut menjadi laporan polisi (LP). Kedua belah pihak akhirnya hanya menjalani mediasi untuk menyelesaikan persoalan pengambilan barang-barang milik FN yang berada di salah satu hotel di Pekanbaru.
Hingga saat ini, persoalan tersebut masih menjadi polemik antara kedua belah pihak dan belum ada proses hukum lanjutan yang berjalan.
Terpisah, FN dikonfirmasi ke nomor 08117xxxxxx dan ke 0895-6xxxxxxx sampai saat ini, sehingga berita terbitkan belum ada jawaban.

