Dari Karni Ilyas hingga Akbar Faizal: Krisis Integritas Media di Era Kepentingan

Ilustrasi. (poto Ai)

Satuju.com - Yang perlu digarisbawahi dari dialog antara Karni Ilyas dan Akbar Faizal di Channel YouTube Akbar Faizal Uncensored, khususnya terkait media dan jurnalis adalah masalah integritas.

Bagi Karni Ilyas, masalah integritas media dan jurnalis saat ini sangat diragukan. Selalu saja ada kepentingan dalam setiap pemberitaan yang dibuat dan disajikan kepada masyarakat.

Tak ada lagi istilah netral. Bahkan, istilah netral itu sendiri digugat oleh media dan jurnalis itu sendiri hanya karena ingin membenarkan kepentingan yang sedang dibawanya.

Media dan jurnalis harus berpihak. Berpihak kepada kebenaran dan keadilan. Katanya begitu. Padahal masalahnya, kebenaran dan keadilan itu menurut kepentingannya masing-masing pula.

Artinya, media dan jurnalis tidak lagi menjadi penghubung antara Pemerintah dan Rakyat, tapi sudah beralih dari kepentingan media dan jurnalis itu sendiri terhadap Pemerintah dan Rakyat.

Bahkan, kepentingan yang dimaksud Karni Ilyas tidak saja kepentingan politik dan ekonomi, tapi juga bisnis dan apa pun itu yang mendatangkan keuntungan bagi media dan jurnalis itu sendiri.

Dan saat integritas media dan jurnalis itu sudah hilang, maka hilang pulalah apa yang dinamakan trust atau kepercayaan. Dan saat kepercayaan itu hilang, maka media dan jurnalis itu akan mati dengan sendirinya.

Menurut Karni Ilyas agaknya itulah yang sedang dialami oleh media dan jurnalis saat ini. Integritasnya tak terjaga, kepercayaan sudah hilang, dan media dan jurnalis itu sendiri sebetulnya sudah mati.

Media mana dan jurnalis siapa yang bisa dipercaya saat ini? Nyaris tidak ada. Semua sudah bergerak berdasarkan kepentingannya masing-masing. Dia dipercaya hanya karena kepentingannya kebetulan sama dengan yang mempercayainya

Apalagi yang mendapat suntikan dana dari luar negeri. Tak dapak disebut lagi. Begitulah.