Sabar Tambunan Kritik Pelaporan Jusuf Kalla: Jangan Atas Nama Umat Kristen
Jusuf Kalla. (poto/net)
Jakarta, Satuju.com - Pro dan kontra terkait langkah sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Kekristenan yang melaporkan Jusuf Kalla ke pihak kepolisian mengemuka. Kritik keras datang dari berbagai pihak, termasuk melalui pernyataan terbuka yang beredar di media sosial.
Sorotan menguat setelah Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia, Sahat Sinurat, bersama sejumlah ormas Kekristenan lainnya melaporkan Jusuf Kalla terkait polemik pernyataannya yang dinilai menyinggung isu sensitif. Pelaporan tersebut memicu perdebatan, khususnya di kalangan internal umat Kristen.
Dalam pernyataan yang beredar, seorang warga bernama Sabar Tambunan menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap langkah tersebut. Ia menilai membawa persoalan ke ranah hukum tidak mencerminkan nilai-nilai ajaran damai dalam Kekristenan.
“Jangan bicara atas nama seluruh umat Kristen di Indonesia. Saya tidak setuju tindakan lapor polisi,” tulisnya dalam pernyataan tertanggal 12 April 2026.
Ia juga mengutip ajaran Yesus tentang sikap mengalah dan tidak membalas kekerasan sebagai kritik terhadap pendekatan hukum yang ditempuh sejumlah pihak.
Di sisi lain, pernyataan terbuka juga disampaikan pimpinan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), yakni Victor Tinambunan, yang mendorong penyelesaian secara bijak serta menghindari eskalasi konflik di ruang publik. HKBP sendiri dikenal sebagai salah satu gereja terbesar di Asia Tenggara dengan jumlah jemaat mencapai jutaan orang.
Jusuf Kalla Tidak Menghina Ajaran Yesus
Lebih lanjut, Sabar Tambunan menjelaskan bahwa jika mencermati secara utuh isi video yang beredar, pernyataan Jusuf Kalla tidak mengandung unsur penghinaan terhadap ajaran Yesus.
Menurutnya, Jusuf Kalla saat itu hanya menceritakan pengalaman pribadinya dalam upaya mendamaikan konflik di Poso dan Ambon yang telah menelan ribuan korban jiwa, baik dari kalangan Kristen maupun Islam.
“Tidak ada niat menghina ajaran Yesus tentang larangan membunuh. Justru itu bagian dari upaya perdamaian,” ujarnya.
Ia juga mempertanyakan alasan pelaporan yang dilakukan oleh sejumlah pihak terhadap Jusuf Kalla. Menurutnya, langkah tersebut berpotensi menimbulkan kegaduhan dan memperkeruh suasana.
Sabar menegaskan pentingnya seluruh elemen masyarakat untuk menolak segala bentuk politik adu domba, terlebih jika membawa sentimen agama.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi terbaru dari pihak kepolisian terkait tindak lanjut laporan tersebut. Publik diharapkan tetap menjaga kondusivitas dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memecah belah.
