Komitmen Bupati Kasmarni Tak Surut: Insentif Mahasiswa dan Guru Madrasah Tetap Jalan di Bengkalis
Bupati Bengkalis, Kasmarni. (poto/ist)
Bengkalis, Satuju.com – Di tengah sorotan publik terhadap meningkatnya beban biaya pendidikan yang dirasakan mahasiswa di berbagai daerah, Pemerintah Kabupaten Bengkalis justru dinilai tetap menunjukkan komitmennya dalam memberikan dukungan nyata.
Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara Bupati Bengkalis, Kasmarni dengan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia yang berlangsung dalam suasana terbuka dan dialogis.
Dalam pertemuan tersebut, PMII Bengkalis menyampaikan delapan isu strategis pembangunan daerah, mulai dari persoalan sosial, ekonomi, hingga penguatan arah kebijakan pembangunan ke depan. Aspirasi mahasiswa itu langsung mendapat respons serius dari pemerintah daerah.
Kasmarni menegaskan bahwa masukan dari mahasiswa menjadi bagian penting dalam memperbaiki kualitas pembangunan di Kabupaten Bengkalis.
“Audiensi seperti ini sangat penting untuk memastikan arah pembangunan tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Di tengah berbagai keluhan mahasiswa di sejumlah daerah terkait beban biaya pendidikan, Bengkalis disebut sebagai salah satu daerah di Provinsi Riau yang masih konsisten memberikan perhatian melalui bantuan insentif. Dukungan tersebut tidak hanya menyasar mahasiswa, tetapi juga guru madrasah dan elemen pendidikan lainnya.
Kondisi ini menjadi pembeda di tengah narasi nasional yang belakangan ramai menyoroti meningkatnya biaya pendidikan, termasuk program akademik yang dinilai membebani mahasiswa.
Kasmarni juga menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai mitra kritis pemerintah. Karena itu, ruang dialog akan terus dibuka guna mendorong kebijakan yang lebih inklusif dan responsif.
"Mungkin Bengkalis satu-satunya di Riau yang masih komitmen memberikan bantuan ke Mahsiswa, guru madrasah dll berupa insentif," ungkap Kasmarni
Audiensi ini sekaligus memperkuat citra Pemerintah Kabupaten Bengkalis sebagai daerah yang berupaya menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan investasi pada sumber daya manusia.
Melalui sinergi antara pemerintah dan kalangan akademisi, Bengkalis diharapkan mampu mempertahankan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan, sekaligus menjawab tantangan sosial yang semakin kompleks di masa depan.
