Polsek Bengkalis Rawat 2.000 Batang Jagung Pipil di Senggoro, Dukung Swasembada Pangan Nasional

Polsek Bengkalis Rawat 2.000 Batang Jagung Pipil di Senggoro

Bengkalis, Satuju.com - Polsek Bengkalis terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan nasional melalui kegiatan pemantauan dan perawatan tanaman jagung pipil di lahan BUMDes Dara Sembilan, Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Kamis (7/5/2026) sore.

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB itu dilaksanakan di lahan BUMDes Dara Sembilan yang berlokasi di Jalan Sepakat, Dusun IV RT 01 RW 07 Desa Senggoro. Hadir dalam kegiatan tersebut Bhabinkamtibmas Desa Senggoro Aipda Hamdani bersama perwakilan Kelompok Tani Dara Sembilan, Farwan.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pengecekan terhadap kondisi tanaman jagung pipil yang saat ini telah berusia sekitar 10 minggu atau 80 hari dengan jumlah tanaman mencapai sekitar 2.000 batang di atas lahan seluas kurang lebih 0,5 hektare.

Selain melakukan pemantauan, petugas bersama kelompok tani juga melaksanakan sejumlah tahapan perawatan tanaman guna mendukung pertumbuhan optimal dan meningkatkan produktivitas hasil panen. Kegiatan perawatan meliputi pengairan lahan, penjarangan tanaman, penyiangan gulma, pembumbunan akar, pemupukan hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman.

Lahan tersebut diketahui merupakan lahan sewa milik BUMDes Dara Sembilan yang dikelola oleh Kelompok Tani BUMDes Dara Sembilan Desa Senggoro dengan sumber pengairan berasal dari sumur dan tali air.

Diperkirakan tanaman jagung pipil tersebut akan memasuki masa panen pada Juni 2026 mendatang.

Kapolsek Bengkalis IPTU Hendro Wahyudi, SH, MH melalui laporan kegiatan menyampaikan bahwa Polres Bengkalis melalui Polsek Bengkalis terus mendorong kelompok tani untuk aktif melakukan penanaman jagung pipil sebagai bentuk dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri tanpa ketergantungan impor.

Selain mendukung kebutuhan pangan dan pakan ternak, budidaya jagung pipil juga dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi serta permintaan pasar yang terus meningkat sehingga berpotensi meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani di daerah.

Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali.