UAH: Generasi Emas Tak Akan Terwujud Jika Pemimpin Tidak Bertakwa
Ustaz Adi Hidayat. (poto/ist)
Jakarta, Satuju.com - Penceramah kondang Adi Hidayat atau yang akrab disapa UAH menegaskan bahwa cita-cita mewujudkan generasi emas Indonesia tidak akan tercapai tanpa ketakwaan para pemimpin dan penyelenggara negara.
Dalam ceramahnya, UAH menyampaikan bahwa ketakwaan harus menjadi fondasi utama dalam kepemimpinan, mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Menurutnya, pemimpin yang bertakwa akan melahirkan kebijakan yang berpihak pada masa depan bangsa dan kesejahteraan rakyat.
“Jika menginginkan generasi emas untuk bangsa ini, pejabatnya mesti takwa dulu, presiden mesti bertakwa, menteri mesti bertakwa, gubernur mesti bertakwa, bupati mesti bertakwa, walikota mesti bertakwa,” ujar UAH dalam tausiyahnya.
Ia menilai, mustahil sebuah bangsa dapat melahirkan generasi unggul apabila para penyelenggara negaranya jauh dari nilai-nilai ketakwaan. Sebab, hilangnya ketakwaan akan berdampak pada rusaknya tata kelola sumber daya alam, pendidikan, hingga kehidupan sosial masyarakat.
Menurut UAH, kekayaan alam Indonesia seperti mineral, tambang, emas, dan nikel lambat laun dapat habis apabila tidak dikelola dengan amanah dan nilai keimanan.
“Kalau takwa hilang, mineral hilang, tambang lama-lama hilang, emas hilang, nikel hilang,” katanya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya dunia pendidikan, khususnya kampus dan lembaga pendidikan, agar dijalankan dengan landasan moral dan ketakwaan. Tanpa itu, generasi masa depan dinilai akan kehilangan arah dan kekuatan moral.
UAH menegaskan bahwa pembangunan bangsa tidak hanya bertumpu pada kemajuan teknologi dan ekonomi, tetapi juga harus dibarengi dengan pembangunan akhlak, integritas, dan nilai spiritual.
Pernyataan tersebut mendapat perhatian luas dari masyarakat karena dinilai menjadi pengingat penting bahwa masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas moral para pemimpinnya.
