Tanggapi Sidang Nadiem Makarim, Kritik Penalaran Jaksa

Rocky Gerung Tanggapi Sidang Nadiem Makarim

Jakarta, Satuju.com - Pengamat politik sekaligus akademisi Rocky Gerung memberikan tanggapan usai mengikuti dan mencermati jalannya sidang yang menyeret nama Nadiem Makarim. Dalam pernyataannya, Rocky menyoroti aspek penalaran hukum yang menurutnya menjadi perhatian utama dalam proses persidangan tersebut.

Rocky menilai jaksa sebenarnya memiliki kemampuan yang baik dalam menyampaikan perkara. Namun, ia menyebut terdapat kelemahan dalam menghubungkan tuduhan dengan alat bukti yang dihadirkan di persidangan.

“Saya kira jaksa pintar, tetapi dia kewalahan untuk menghubungkan dengan bukti tuduhan. Di situ dia gagal,” ujar Rocky dalam keterangannya.

Ia menegaskan bahwa pandangannya bukan bentuk dukungan kepada pihak tertentu, melainkan pengamatan sebagai seorang akademisi yang melihat jalannya proses hukum dari sudut pandang rasionalitas dan logika hukum.

“Saya bukan mendukung siapa-siapa. Saya memerhatikan jalannya sidang dari perspektif penalaran hukum,” katanya.

Menurut Rocky, yang paling penting dalam sebuah proses peradilan adalah memastikan bahwa persidangan berjalan secara bersih, objektif, dan bebas dari kepentingan di luar hukum. Ia mengaku ingin melihat apakah jalannya persidangan benar-benar dipandu oleh nalar hukum yang murni atau justru terdapat kepentingan lain di baliknya.

“Saya ingin tahu apakah sidang ini dituntun oleh nalar hukum yang bersih atau di dalamnya ada defect, ada karat politik, ada karat pesanan atau segala macamnya,” lanjutnya.

Pernyataan Rocky Gerung tersebut kemudian memantik perhatian publik dan memunculkan beragam respons di media sosial. Sebagian menilai kritik tersebut sebagai bentuk pengawasan publik terhadap proses hukum, sementara lainnya menganggap seluruh proses persidangan harus tetap dihormati dan diserahkan kepada mekanisme hukum yang berlaku.

Pengamat menilai pernyataan Rocky mencerminkan pentingnya transparansi dan profesionalisme aparat penegak hukum dalam menangani perkara yang menjadi sorotan masyarakat luas. Terlebih, kasus yang menyeret nama tokoh nasional dinilai sangat sensitif dan berpotensi memengaruhi kepercayaan publik terhadap institusi hukum di Indonesia.

Hingga kini, jalannya persidangan masih terus menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait bagaimana jaksa menghadirkan konstruksi hukum dan pembuktian atas tuduhan yang disampaikan di muka persidangan.