Bitcoin Pizza Day 2026, INDODAX Sebut Kripto Kini Masuk Fase Matang
CEO INDODAX, William Sutanto. (poto/ist)
Bitcoin Pizza Day 2026 menjadi refleksi pertumbuhan industri kripto Indonesia. INDODAX mencatat hampir 10 juta member.
Satuju.com - Bitcoin Pizza Day 2026 menjadi momentum refleksi perkembangan industri aset digital di Indonesia. Menjelang peringatan yang jatuh pada 22 Mei, PT INDODAX Nasional Indonesia (INDODAX) mengungkap jumlah member mereka kini mendekati 10 juta pengguna.
Capaian tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa kripto tidak lagi dipandang sebagai sekadar eksperimen teknologi, melainkan telah berkembang menjadi bagian dari ekosistem keuangan digital yang semakin matang dan dipercaya masyarakat.
CEO INDODAX, William Sutanto, mengatakan pertumbuhan pengguna menunjukkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap platform perdagangan aset digital yang aman dan transparan.
“Perjalanan industri kripto hari ini sudah sangat berbeda dibanding satu dekade lalu. Jika dahulu fokus utamanya adalah akses dan adopsi, kini industri bergerak menuju fase yang lebih matang dengan menempatkan kepercayaan dan perlindungan pengguna sebagai prioritas utama,” ujar William.
Bitcoin Pizza Day sendiri merupakan peristiwa bersejarah dalam dunia kripto global. Momen itu merujuk pada transaksi pembelian dua loyang pizza menggunakan Bitcoin pada 2010, yang menjadi transaksi pertama Bitcoin memiliki nilai ekonomi di dunia nyata.
Sejak saat itu, adopsi aset kripto terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia. Berdasarkan data OJK per Maret 2026, jumlah pengguna kripto nasional mencapai 21,37 juta pengguna. Dari angka tersebut, sekitar 46,5 persen merupakan member INDODAX.
William menilai perkembangan industri juga diikuti peningkatan standar tata kelola dan pengawasan. Kehadiran regulasi melalui Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) membuat pelaku industri harus memperkuat sistem keamanan dan transparansi.
Menurutnya, penerapan Know Your Customer (KYC) Hygiene kini menjadi fondasi penting untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan identitas hingga ancaman kejahatan siber.
“Dalam industri yang terus berkembang, keamanan tidak lagi hanya berbicara soal perlindungan aset, tetapi juga perlindungan identitas digital pengguna. Karena itu, praktik KYC Hygiene dan penguatan sistem keamanan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kripto yang sehat dan berkelanjutan,” lanjut William.
Selain memperkuat keamanan, INDODAX juga menyediakan fitur Proof of Reserves (PoR) untuk memastikan transparansi dana pengguna. Sistem tersebut memungkinkan verifikasi aset secara berkala guna menjaga ketersediaan dana yang tersimpan di platform.
Di sisi lain, perusahaan juga terus memperluas pilihan aset digital yang diperdagangkan. Saat ini tersedia lebih dari 500 aset kripto, termasuk aset berbasis Real World Assets (RWA) seperti Tokenized Stocks.
INDODAX menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perkembangan industri aset digital nasional melalui edukasi, penguatan keamanan platform, serta penerapan tata kelola yang sejalan dengan regulasi dan perkembangan industri global.
