Anies Baswedan Soal MBG: Pejabat Tidak Boleh Anti Kritik karena Itu Uang Rakyat
Anies Baswedan. (poto/ist)
Jakarta, Satuju.com - Tokoh nasional Anies Baswedan menegaskan bahwa setiap program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), harus terbuka terhadap kritik dan pengawasan masyarakat.
Menurut Anies, pejabat publik tidak boleh bersikap anti kritik karena seluruh anggaran yang digunakan dalam program pemerintah berasal dari uang rakyat. Oleh sebab itu, masyarakat memiliki hak penuh untuk memberikan masukan, kritik, maupun koreksi terhadap pelaksanaan program tersebut.
“Pejabat tidak boleh anti kritik. Itu uang rakyat. Jangan pernah takut untuk mengoreksi, kalian berhak untuk mengoreksi,” ujar Anies dalam pernyataannya.
Ia menilai kritik yang disampaikan masyarakat seharusnya dipandang sebagai bagian dari upaya bersama untuk memastikan program berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat luas.
Menurutnya, keterbukaan terhadap kritik merupakan ciri pemerintahan yang sehat dan demokratis. Sebab, pengawasan publik diperlukan agar pelaksanaan program tidak keluar dari tujuan awal yang telah direncanakan.
Anies juga mengingatkan bahwa masyarakat memiliki posisi penting dalam mengawal penggunaan anggaran negara. Dengan adanya partisipasi publik, pemerintah dapat mengetahui berbagai persoalan di lapangan yang mungkin tidak terpantau secara langsung oleh pejabat maupun penyelenggara program.
Ia menegaskan bahwa kritik bukan bentuk kebencian terhadap pemerintah, melainkan wujud kepedulian agar kebijakan publik dapat berjalan lebih baik, transparan, dan akuntabel.
Pernyataan Anies tersebut kemudian mendapat perhatian publik, terutama di tengah berbagai perbincangan mengenai efektivitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di sejumlah daerah.
Anies berharap ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat tetap dijaga sehingga setiap evaluasi terhadap program negara dapat dilakukan secara terbuka demi kepentingan rakyat.
