Anies Baswedan Soroti Rupiah Anjlok dan Krisis Kepercayaan Publik
Anies Baswedan. (poto/ist/AndrianSaputra)
Satuju.com - Anies Rasyid Baswedan melontarkan kritik tajam terhadap kondisi ekonomi nasional dan arah kebijakan pemerintah. Dalam pernyataannya yang disampaikan pada 21 Mei 2026, Anies menilai situasi ekonomi Indonesia sedang berada dalam tekanan serius.
Anies menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga menurunnya daya beli masyarakat. Ia menyebut kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat luas.
“Rupiah jatuh ke titik terendah sepanjang sejarah. Harga-harga naik, kesempatan kerja menyempit, daya beli rumah tangga melemah, tabungan tergerus. Dan ini berdampak pada hajat hidup orang banyak,” kata Anies.
Menurutnya, tantangan ekonomi ke depan semakin berat karena dipengaruhi situasi global. Ia menyinggung konflik geopolitik di Timur Tengah serta ancaman El Nino yang diperkirakan memicu cuaca ekstrem dan tekanan terhadap sektor pangan.
Dalam pernyataannya, Anies menilai publik dan pasar saat ini membutuhkan kepastian arah kebijakan dari pemerintah. Namun, ia menilai transparansi dan konsistensi kebijakan belum terlihat.
“Data dipilih-pilih, hanya yang baik yang ditampilkan, yang buruk disembunyikan. Komentar pejabat soal situasi serius sering terdengar enteng, bahkan bercanda. Kebijakan berubah-ubah hari ini begini, besok berbeda,” ujarnya.
Ia juga menyinggung sikap pemerintah yang dinilai tidak memberi teladan di tengah tekanan ekonomi masyarakat. Menurut Anies, ketika rakyat diminta berhemat, pemerintah justru dianggap masih melakukan pemborosan pada sektor yang bukan prioritas.
Selain itu, Anies menyebut berbagai peringatan terkait kondisi ekonomi Indonesia telah datang dari ekonom dalam negeri, lembaga internasional, hingga media asing. Karena itu, ia meminta pemerintah lebih serius menghadapi situasi yang berkembang.
“Oleh karena itu, saya mengajak kepada pemerintah 'berhentilah memberi obat tidur kepada publik'. Buka data apa adanya, sampaikan masalah dengan jujur, berikan arah kebijakan yang jelas dan konsisten,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Anies mengajak masyarakat untuk bersiap menghadapi tekanan ekonomi dan tantangan global yang masih berlangsung. Meski demikian, ia tetap optimistis Indonesia mampu melewati situasi tersebut jika pemerintah dan seluruh elemen bangsa bersikap serius.
“Kita pasti bisa. Tapi syaratnya satu, serius. Mari kita serius mengurus bangsa ini,” tutupnya.
