Jumhur Hidayat Gandeng Refly Harun Kampanyekan Budaya Bersih
Saat di podcast Channel YouTube Refly Harun Official.(poto/ist/Erizal)
Jumhur Hidayat menggandeng Channel YouTube Refly Harun Official untuk kampanye budaya bersih dan lingkungan hidup di era Prabowo.
Satuju.com - Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Perlindungan Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, tampil dalam podcast Channel YouTube Refly Harun Official. Kemunculan ini disebut sebagai penampilan perdana Jumhur setelah resmi masuk kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam perbincangan tersebut, Jumhur Hidayat dan Refly Harun membahas isu lingkungan hidup hingga budaya bersih masyarakat. Keduanya bahkan membuka peluang kerja sama kampanye lingkungan melalui kanal digital.
Refly Harun mengungkapkan perhatian besarnya terhadap budaya kebersihan. Ia mencontohkan pengalaman saat anaknya menempuh pendidikan di Australia dan Amerika Serikat.
“Katanya, yang diajarkan cuma dua saja, yakni budaya antri dan budaya buang sampah pada tempatnya,” ujar Refly Harun dalam podcast tersebut.
Kerja sama itu diharapkan mampu mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan membangun budaya hidup bersih.
Dalam kesempatan itu, Refly juga menanyakan alasan Jumhur Hidayat bersedia bergabung dalam pemerintahan Prabowo. Jumhur mengaku telah mengenal Prabowo sejak 1996 dan memiliki kesamaan pandangan.
Ia mengungkapkan pernah mendukung Prabowo pada Pilpres 2019 dan terlibat dalam pengawalan proses di Bawaslu.
“Sudah siap mati kita,” kata Jumhur.
Menurut Jumhur, dirinya tidak berubah sejak dulu. Ia justru menilai perubahan terjadi di lingkungan kekuasaan setelah pergantian pemerintahan dari Presiden Joko Widodo ke Presiden Prabowo Subianto.
“Bukan dirinya yang berubah, tapi istana yang berubah,” ujarnya.
Jumhur juga menyoroti posisi Kementerian Lingkungan Hidup yang kini kembali berdiri sendiri setelah sebelumnya digabung dengan Kementerian Kehutanan selama satu dekade terakhir.
Ia menegaskan kementeriannya tidak hanya fokus memberi sanksi kepada perusahaan pelanggar lingkungan, tetapi juga menghadirkan solusi.
“Kementerian Lingkungan Hidup menjadi kementerian sanksi bagi perusahaan nakal. Tapi, Jumhur ingin menambah satu lagi dengan solusi, bukan hanya sekadar sanksi saja,” demikian disampaikan dalam podcast tersebut.
Saat ditanya soal target politik atau ambisi pribadi, Jumhur menjawab santai. Ia mengaku lebih bersyukur karena masih dipercaya mengemban jabatan publik.
“Tidak ada,” jawab Jumhur.
Ia menambahkan, target pribadinya justru ingin memiliki lebih banyak waktu bersama keluarga.
Dalam pidato sebelumnya, Presiden Prabowo sempat menyinggung perjalanan hidup Jumhur yang beberapa kali keluar masuk penjara hingga akhirnya dipercaya menjadi menteri.
“Tidak tahu kita, suatu saat bisa saja ia berdiri di podium,” kata Prabowo saat menyapa Jumhur.
Jumhur pun menegaskan ukuran kesuksesan bagi dirinya sederhana, yakni mampu menjalankan amanah tanpa korupsi di kementerian yang memiliki kewenangan besar terhadap izin perusahaan.
Kemitraan antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Channel YouTube Refly Harun Official diharapkan mampu memperkuat kampanye budaya bersih dan kepedulian lingkungan di tengah masyarakat.
