Abrasi di Pulau Bengkalis Kian Memprihatinkan, Pantai yang Dulu Dipenuhi Pohon Kelapa Kini Hilang

Abrasi di Pulau Bengkalis. (poto/ist)

Bengkalis, Satuju.com - Abrasi yang terus terjadi di wilayah pesisir Pulau Bengkalis kembali menjadi sorotan publik. Melalui unggahan di akun Facebook miliknya, Syamsul Khairi kembali menampilkan kondisi pantai yang kini mengalami perubahan drastis akibat terkikis abrasi.

Dalam unggahan tersebut, tampak kawasan pantai yang dulunya dipenuhi pepohonan kelapa kini nyaris hilang diterjang gelombang laut. Kondisi itu disebut semakin memprihatinkan dan memicu keprihatinan masyarakat terhadap ancaman abrasi di wilayah pesisir Pulau Bengkalis, Riau.

“Pantai yang dulu penuh dengan pepohonan kelapa sekarang lenyap sudah, abrasi yang sangat memprihatinkan,” tulis Syamsul Khairi dalam unggahannya.

Sebelumnya, abrasi di wilayah Desa Teluk Papal, tepatnya Dusun Teluk Pesisir, juga ramai diperbincangkan masyarakat usai beredarnya foto-foto kondisi pantai yang terus terkikis ombak laut.

Dalam sejumlah unggahan yang beredar, terlihat garis pantai semakin menyusut dari waktu ke waktu. Pohon-pohon kelapa yang dahulu tumbuh di sepanjang pesisir kini banyak yang hilang akibat hantaman abrasi.

Fenomena tersebut turut memancing beragam komentar netizen. Banyak warga mengaku sedih melihat kondisi Pantai Papal yang dulunya dikenal sebagai salah satu lokasi favorit masyarakat untuk berwisata.

Akun Facebook bernama Nur Janah menyebut abrasi telah mengubah wajah Pantai Papal yang dulu ramai dikunjungi masyarakat.

“Pohon kelapanya sudah habis, padahal dulu Pantai Papal idola dan banyak dikunjungi, sekarang jadi sepi,” tulisnya di kolom komentar.

Komentar serupa juga disampaikan akun Soon Soon yang menilai abrasi di Pulau Bengkalis semakin mengkhawatirkan.

“Pulau Bengkalis sangat kuat abrasinya,” tulis akun tersebut.

Abrasi di kawasan pesisir Bengkalis sendiri bukan persoalan baru. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah titik pantai di Pulau Bengkalis terus mengalami pengikisan akibat gelombang laut, perubahan arus, serta faktor alam lainnya.

Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan yang lebih serius, mulai dari pembangunan penahan abrasi, penanaman kembali vegetasi pesisir, hingga upaya pelestarian kawasan pantai.

Jika tidak segera ditangani, abrasi dikhawatirkan akan semakin mengancam permukiman warga, kawasan wisata, hingga lahan perkebunan masyarakat yang berada di wilayah pesisir Pulau Bengkalis.


BERITA TERKAIT