Sydney Kaila Safia Hidupkan Lagu Tjilik Riwut Karya Gerhard Gere

Sydney Kaila Safia. (poto/ist)

PALANGKA RAYA, Satuju.com – Kolaborasi Sydney Kaila Safia dan Gerhard Gere siap menghidupkan kembali lagu legendaris Tjilik Riwut dengan sentuhan modern yang menyasar generasi muda. Proyek musik lintas generasi itu dijadwalkan rilis serentak di berbagai platform digital pada pekan kedua Juni 2026.

Penyanyi muda berbakat asal Kalimantan itu menggandeng Gerhard Gere, seniman senior pencipta lagu ikonis Tjilik Riwut, untuk menghadirkan warna baru tanpa menghilangkan nilai sejarah dan budaya dalam karya tersebut.

Kolaborasi ini memadukan karakter vokal modern Sydney Kaila Safia dengan aransemen dan lirik khas Gerhard Gere yang selama ini dikenal kuat mengangkat identitas budaya Kalimantan Tengah.

Sydney Kaila Safia mengaku bangga mendapat kesempatan bekerja sama dengan sosok yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan musik daerah.

“Melalui proyek ini, Sydney ingin membuktikan bahwa musik yang berakar pada tradisi tetap dapat tampil modern, menarik, dan dinikmati oleh generasi muda masa kini,” demikian keterangan yang disampaikan dalam peluncuran proyek tersebut, Jumat (23/5/2026).

Sementara itu, Gerhard Gere menilai kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam menjaga warisan budaya daerah agar tetap relevan di tengah perkembangan industri musik nasional.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi cara efektif untuk memperkenalkan kembali semangat perjuangan yang terkandung dalam lagu Tjilik Riwut kepada publik luas.

Saat ini, proses produksi audio dan video klip disebut telah memasuki tahap akhir. Lagu tersebut nantinya akan tersedia di Spotify, Apple Music, YouTube Music, serta kanal YouTube resmi Sydney Kaila Safia.

Lagu Tjilik Riwut sendiri memiliki nilai historis kuat karena didedikasikan untuk mengenang Pahlawan Nasional Indonesia asal Kalimantan Tengah, Tjilik Riwut.

Tokoh Dayak Ngaju kelahiran Kasongan, 2 Februari 1918 itu dikenal sebagai pejuang, jurnalis, sekaligus gubernur pertama Kalimantan Tengah periode 1958–1967.

Dalam sejarah Indonesia, Tjilik Riwut tercatat sebagai komandan pasukan penerjun payung pertama AURI pada Oktober 1947. Ia juga memimpin ikrar setia 142 suku Dayak kepada Republik Indonesia pada 17 Desember 1946, yang menjadi tonggak penting integrasi Kalimantan dalam NKRI.

Tak hanya itu, Tjilik Riwut turut berjasa membangun Palangka Raya dan pernah mengusulkan kota tersebut sebagai ibu kota Indonesia kepada Presiden Soekarno.

Sebagai bentuk penghormatan, nama Tjilik Riwut kini diabadikan menjadi nama bandara di Palangka Raya serta sejumlah fasilitas publik lainnya.

Melalui interpretasi baru lagu karya Gerhard Gere tersebut, Sydney Kaila Safia berharap generasi muda semakin mengenal sejarah perjuangan dan budaya Kalimantan Tengah.


BERITA TERKAIT