Model Budidaya Tiga Tahap Dongkrak Panen Kerang Darah Petani Cai Nuoc

Model Budidaya Tiga Tahap Kerang Darah Petani Cai Nuoc

Jakarta, Sautju.com - Para petani kerang darah di Cai Nuoc mulai menikmati peningkatan hasil panen setelah menerapkan metode budidaya tiga tahap yang dinilai lebih efektif dan ramah lingkungan. Jika sebelumnya petani hanya mampu panen sekali dalam setahun dengan tingkat risiko tinggi, kini hasil panen dapat meningkat hingga 2 hingga 2,5 kali per tahun.

Perubahan metode budidaya menjadi faktor utama keberhasilan tersebut. Sebelumnya, bibit kerang darah langsung ditebar ke tambak besar sehingga sulit dikontrol dan rentan mati akibat perubahan cuaca, salinitas, maupun serangan penyakit. Kini, petani membagi proses budidaya menjadi tiga tahap mulai dari pembesaran awal di area berjaring, tahap pembesaran menengah, hingga akhirnya dipindahkan ke kolam budidaya utama.

Metode ini membuat pengawasan pertumbuhan kerang menjadi lebih mudah. Petani juga dapat lebih cepat mendeteksi bibit yang lemah sehingga risiko kerugian bisa ditekan sejak awal.

Salah satu petani yang berhasil menerapkan sistem tersebut adalah Nguyen Van Doan. Dengan lahan budidaya sekitar 14 ribu meter persegi, ia mengaku tingkat kelangsungan hidup kerang meningkat signifikan dibanding metode lama.

Menurutnya, bibit kerang kini dipelihara terlebih dahulu selama sekitar satu hingga satu setengah bulan di area kecil sebelum dipindahkan ke tahap budidaya berikutnya. Cara ini membuat kerang lebih sehat, tumbuh merata, dan lebih tahan terhadap perubahan lingkungan.

Selain memperbaiki teknik budidaya, petani setempat juga mulai beralih menggunakan metode biologis untuk menjaga kualitas tambak. Penggunaan pupuk organik dan probiotik dinilai mampu menjaga kestabilan lingkungan kolam sekaligus mengurangi penggunaan bahan kimia.

Saat ini harga kerang darah di wilayah Ca Mau berkisar antara 90 ribu hingga 120 ribu dong Vietnam per kilogram tergantung ukuran dan musim panen. Dengan meningkatnya frekuensi panen, banyak petani kini memperoleh pendapatan yang lebih stabil. Bahkan beberapa rumah tangga dengan lahan sekitar 12 hektare disebut mampu meraih keuntungan lebih dari 200 juta dong Vietnam per tahun dari sistem budidaya terpadu kerang, udang, dan kepiting.

Keberhasilan model budidaya tiga tahap tersebut kini dinilai berpotensi dikembangkan lebih luas sebagai solusi akuakultur berkelanjutan di kawasan pesisir Vietnam.