Kang Thohir Hadirkan Kritik Sosial dan Renungan Hidup dalam Tiga Puisi Terbaru

Kang Thohir. (poto/ist)

Brebes, Satuju.com - Dunia sastra kembali diramaikan dengan hadirnya tiga puisi terbaru karya Muhammad Thohir atau yang dikenal dengan nama pena Kang Thohir. Penyair asal Brebes, Jawa Tengah tersebut menghadirkan karya bernuansa refleksi kehidupan, kritik sosial, hingga pergulatan batin manusia.

Tiga puisi berjudul Di Balik Bilik Itu, Virus-virus Fitnah dan Adu Domba, dan Kambing Hitam ditulis di Brebes pada 25 Mei 2026.

Pada puisi Di Balik Bilik Itu, Kang Thohir menggambarkan kesunyian seseorang yang berada dalam ruang keterasingan, namun tetap menyimpan harapan dan keyakinan di tengah keadaan yang sulit.

Di Balik Bilik Itu

Oleh: Kang Thohir

Ada makna di balik bilik itu
Kamu sendiri dalam ruang semu
Dalam penjara yang sunyi
Kamu masih merajut asa yang kian terus menghampiri

Menghirup udara segar
Aura cinta terpancar
Meredam duka kian pudar
Aku menemukan itu semua dengan sabar
Dalam keadaan benar

Brebes, 25 Mei 2026

Sementara itu, puisi Virus-virus Fitnah dan Adu Domba menghadirkan kritik terhadap kondisi sosial yang dipenuhi rasa iri, fitnah, dan konflik antarsesama.

Virus-virus Fitnah dan Adu Domba

Oleh: Kang Thohir

Bagaimana aku berlabuh?
Aku meraup dengan penuh
Meski terkadang jenuh
Melambai angan namun tiada yang peduli

Hirap semua asa
Daksa bercumbu waktu
Cemburu sosial menghantu
Hasad menjadi virus-virus fitnah dan adu domba
Di antara durjana dan fatamorgana

Brebes, 25 Mei 2026

Sedangkan puisi Kambing Hitam menjadi sindiran tajam terhadap perilaku munafik dan kebiasaan menyalahkan orang lain tanpa bukti.

Kambing Hitam

Oleh: Kang Thohir

Berapa banyak yang kau ambil?
Apakah kau ingin berniat mengembalikan semua hak-haknya?
Kau ini manusia apa bukan?
Tataplah ia dengan nurani
Janganlah kau menyakiti
Dengan tombak ocehanmu itu
Menuduhnya tanpa bukti

Mengambil tanpa permisi
Di balik senyumanmu yang manis, namun pelik
Tersimpan aura-aura licik, munafik
Di balik matamu yang melirik
Ada domba-domba, yang kau korbankan
Sebagai kambing hitamkan
Mencekam kian menerkam
Sadis, menghujam
Sajam

Brebes, 25 Mei 2026

Muhammad Thohir lahir dan besar di Desa Kupu, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Berasal dari keluarga petani, ia tumbuh di lingkungan sederhana yang akrab dengan aktivitas bertani dan berkebun.

Ketertarikannya pada dunia sastra sudah dimulai sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga menempuh pendidikan di pondok pesantren. Kini, Kang Thohir terus aktif menulis puisi, cerpen, dan karya sastra lainnya sebagai bentuk ekspresi sekaligus media menyampaikan pesan kehidupan kepada masyarakat.