Tambang Timah Ilegal di Belo Laut Tetap Beroperasi Meski SPK Diputus

BANGKA BARAT, Satuju.com - Aktivitas tambang timah ilegal di kawasan Air Kadur, Desa Belo Laut, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, kembali menjadi sorotan. Meski Surat Perintah Kerja (SPK) di wilayah IUP PT Timah Tbk dikabarkan telah diputus, aktivitas pengerukan timah diduga masih berlangsung bebas menggunakan alat berat.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin (24/5/2026), sedikitnya lima unit ekskavator terlihat beroperasi di sekitar kawasan jembatan Air Kadur. Aktivitas tambang berlangsung terbuka tanpa hambatan, meski lokasi tersebut disebut masuk dalam wilayah izin usaha pertambangan resmi milik PT Timah.

Kondisi itu memicu dugaan adanya pihak tertentu yang membekingi aktivitas tambang ilegal tersebut. Sejumlah nama dengan inisial Ajag, Sain, dan Hen disebut-sebut berkaitan dengan operasional tambang maupun alat berat di lokasi.

Warga menilai aktivitas tambang di Air Kadur seharusnya tidak lagi berjalan karena kawasan tersebut dikenal rawan longsor dan kecelakaan kerja.

“Lokasi itu sudah lama dikenal berbahaya. Informasinya SPK diputus karena rawan dan sering memakan korban. Tapi anehnya sekarang malah makin ramai,” ungkap salah satu sumber kepada redaksi.

Informasi yang dihimpun menyebut aparat penegak hukum sebenarnya telah mengetahui aktivitas tersebut. Bahkan pihak Polres Bangka Barat dikabarkan sempat turun ke lokasi. Namun, aktivitas tambang disebut kembali berjalan normal sehari setelah pemeriksaan dilakukan.

Selain itu, Satgas Trisakti juga dilaporkan mendatangi lokasi pada Jumat (22/5/2026) untuk memberikan peringatan penghentian aktivitas tambang ilegal. Meski demikian, aktivitas pengerukan timah disebut tetap berlangsung.

Situasi itu memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait lemahnya penindakan terhadap aktivitas tambang ilegal di kawasan tersebut. Warga menduga ada pihak kuat yang melindungi operasional tambang sehingga para pelaku tetap berani menjalankan aktivitasnya.

“Kalau tidak ada yang backup, tidak mungkin mereka seberani itu. Polisi datang, Satgas datang, tapi tambang tetap jalan,” ujar warga sekitar.

Masyarakat dan pemerhati lingkungan kini mendesak aparat penegak hukum, termasuk Polda Kepulauan Bangka Belitung dan Kejaksaan Tinggi Babel, segera mengambil langkah tegas.

Selain menertibkan aktivitas tambang, aparat juga diminta mengusut dugaan aktor utama dan pihak yang diduga mengambil keuntungan dari praktik tambang ilegal tersebut. Warga juga meminta lima unit alat berat yang digunakan segera disita guna mencegah kerusakan lingkungan semakin meluas di kawasan Air Kadur Belo Laut.