Turis Malaysia Serbu Jakarta, Kurs Ringgit Bikin Belanja Makin Murah
Ilustrasi warga Malaysia ini terkejut ternyata ia menjadi orang kaya di Indonesia.(poto AI/Andrian Saputra)
Satuju.com - Fenomena turis Malaysia belanja Indonesia belakangan ramai dibicarakan di media sosial. Banyak wisatawan asal Malaysia datang ke Jakarta dengan koper kosong untuk membawa pulang berbagai barang belanjaan setelah menikmati nilai tukar Ringgit yang jauh lebih kuat dibanding Rupiah.
Kondisi kurs saat ini membuat warga Malaysia merasa diuntungkan saat berlibur ke Indonesia. Dengan membawa RM500 atau sekitar Rp2,1 juta, wisatawan sudah bisa memenuhi kebutuhan liburan singkat mulai dari transportasi, kuliner hingga berburu oleh-oleh.
Sejumlah video viral di TikTok memperlihatkan wisatawan Malaysia memamerkan tumpukan uang pecahan Rp100 ribu hasil penukaran mata uang. Mereka mengaku terkejut karena jumlah uang yang diterima terlihat sangat banyak dibanding nominal yang ditukar.
Fenomena tersebut memicu reaksi luas dari netizen Malaysia. Banyak yang mengaku merasa memiliki daya beli lebih tinggi ketika berlibur di Indonesia. Kondisi ini kemudian mendorong peningkatan aktivitas belanja di sejumlah pusat perdagangan Jakarta.
Beberapa kawasan yang menjadi tujuan favorit wisatawan Malaysia di antaranya Pasar Baru dan Thamrin City. Wisatawan memburu produk fesyen, tekstil hingga berbagai barang kebutuhan dengan harga yang dinilai jauh lebih murah dibanding di negara asal mereka.
Lonjakan pembelian bahkan membuat sejumlah toko di Thamrin City mulai membatasi jumlah pembelian untuk produk tertentu. Langkah itu dilakukan agar stok barang tetap tersedia bagi pembeli lokal di tengah tingginya permintaan wisatawan asing.
Pengamat ekonomi menilai fenomena ini terjadi akibat pelemahan Rupiah terhadap sejumlah mata uang asing, termasuk Ringgit Malaysia. Situasi tersebut membuat Indonesia menjadi destinasi wisata dan belanja yang lebih terjangkau bagi turis mancanegara.
Tidak hanya wisatawan Malaysia, pengunjung dari Singapura hingga negara lain di kawasan Asia Tenggara juga mulai memanfaatkan momentum kurs untuk berlibur dan berbelanja di Indonesia.
Meningkatnya kunjungan wisatawan asing dinilai memberi dampak positif terhadap sektor perdagangan dan pariwisata nasional. Aktivitas pusat perbelanjaan, hotel hingga pelaku usaha UMKM ikut terdongkrak seiring tingginya belanja wisatawan.
