Pendidikan Moral Pancasila Dinilai Penting Hadapi Krisis Karakter Generasi Muda

Buku SD, pendidikan moral pancasila (PMP).(poto/ist/Rikii Mustahil)

Pendidikan Moral Pancasila dinilai penting untuk membentuk karakter, etika, dan tanggung jawab generasi muda di era digital.

Satuju.com - Pendidikan Moral Pancasila (PMP) kembali menjadi perhatian di tengah meningkatnya tantangan pembentukan karakter generasi muda di era digital. Sejumlah kalangan menilai penguatan kembali Pendidikan Moral Pancasila di sekolah penting untuk menanamkan nilai etika, tanggung jawab, serta semangat kebangsaan sejak dini.

Perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi dinilai tidak hanya membawa dampak positif, tetapi juga memunculkan berbagai persoalan sosial yang memengaruhi perilaku peserta didik. Kondisi tersebut mendorong munculnya gagasan agar pendidikan moral mendapat porsi yang lebih kuat dalam sistem pembelajaran.

PMP dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa. Selain mengajarkan nilai-nilai Pancasila, mata pelajaran ini juga menanamkan sikap disiplin, kejujuran, tanggung jawab, serta penghormatan kepada guru dan orang tua.

Di tengah maraknya penggunaan media sosial, pendidikan moral juga dianggap mampu menjadi benteng bagi siswa dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif. Melalui pembelajaran yang menekankan nilai kemanusiaan, toleransi, dan etika, peserta didik diharapkan mampu menyaring informasi serta mengambil keputusan secara bijaksana.

Tidak hanya itu, PMP juga dinilai efektif untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Siswa diajak memahami pentingnya menghargai perbedaan, mengutamakan musyawarah, bekerja sama, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Penguatan pendidikan moral juga diyakini dapat membantu menekan berbagai perilaku negatif di lingkungan sekolah, seperti perundungan, konflik antarsiswa, hingga rendahnya rasa empati. Dengan pemahaman moral yang lebih baik, suasana belajar diharapkan menjadi lebih aman dan kondusif.

Di sisi lain, kebutuhan akan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki integritas menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan. Karena itu, pendidikan karakter dinilai harus berjalan seimbang dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Penulis Riki Mustakim menegaskan, "Karena itu, menghadirkan kembali PMP bukan berarti kembali ke masa lalu, tetapi menghidupkan kembali nilai-nilai luhur bangsa agar generasi muda tetap memiliki arah di tengah perubahan zaman."

Ia juga menambahkan, "Sebab pendidikan yang hebat bukan hanya melahirkan orang sukses, tetapi juga manusia yang berakhlak dan bermoral."


BERITA TERKAIT