Panen Raya Jagung Bengkalis, Polsek Pinggir Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Panen raya jagung di Bengkalis menghasilkan 350 kilogram jagung.(poto/ist/HumasPolresBkls)

Panen raya jagung di Bengkalis menghasilkan 350 kilogram jagung. Polsek Pinggir dukung ketahanan pangan dan swasembada nasional.

BENGKALIS, Satuju.com – Program Panen Raya Jagung Bengkalis kembali menunjukkan hasil positif. Polsek Pinggir bersama pemerintah desa dan masyarakat petani berhasil memanen sekitar 350 kilogram jagung dalam kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Muandau, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lahan pertanian seluas sekitar 0,7 hektare di Jalan Wakaf RT 02 RW 10, Dusun Sungai Bulu KM 29 itu menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional dan swasembada pangan yang menjadi salah satu fokus pemerintah.

Sejumlah unsur pemerintahan desa dan masyarakat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Desa Tasik Serai Sabar Manurung, Ketua BPD Suriadi, Ketua BUMDes Umar, serta personel Bhabinkamtibmas yang bertugas di wilayah setempat.

Kapolsek Pinggir menjelaskan bahwa panen raya merupakan bentuk nyata keterlibatan Polri dalam mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya pada sektor ketahanan pangan. Melalui pemanfaatan lahan produktif dan kolaborasi bersama masyarakat, Polri berupaya meningkatkan produksi pangan untuk memperkuat kemandirian pangan nasional.

Panen dilakukan secara gotong royong oleh seluruh peserta bersama petani setempat. Hasil panen mencapai sekitar 350 kilogram jagung, menandakan pertumbuhan tanaman yang baik sekaligus keberhasilan pengelolaan lahan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemetikan jagung oleh para peserta, dilanjutkan panen bersama masyarakat, dan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi antara Polri, pemerintah desa, dan warga.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Bengkalis berharap masyarakat semakin aktif memanfaatkan lahan yang tersedia untuk kegiatan produktif. Langkah itu dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.

Kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 berakhir sekitar pukul 10.00 WIB dalam kondisi aman dan kondusif. Keberhasilan panen tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara aparat, pemerintah desa, dan masyarakat mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor pangan Indonesia.