Bangkit Setelah 20 Tahun, Single Crawling 2 DBD Tembus 41 Negara

musik independen D.B.D.(poto/ist/Ysf)

JAKARTA, Satuju.com - Single Crawling 2 DBD mulai mencuri perhatian di pasar musik internasional setelah mencatat pendengar dari 41 negara. Capaian tersebut diraih hanya beberapa pekan setelah lagu tersebut resmi dirilis pada 24 Maret 2026.

Lagu berjudul Crawling 2 menjadi penanda kebangkitan proyek musik independen D.B.D yang sempat vakum lebih dari dua dekade. Karya tersebut sebenarnya telah diciptakan sejak awal 2000-an, namun berbagai dinamika internal membuat proses perilisannya tertunda hingga sekarang.

Perjalanan D.B.D tidak berjalan mulus. Formasi awal grup ini sempat bubar setelah mengalami pergantian personel. Salah satu gitaris meninggal dunia, drummer memilih menjadi pemain reguler, sementara gitaris lainnya memutuskan hijrah. Upaya membangun formasi baru juga berakhir setelah gagal dalam sebuah kompetisi musik, membuat proyek tersebut terhenti selama lebih dari 20 tahun.

Kini, vokalis sekaligus pendiri D.B.D, Deathhollow, kembali menghidupkan proyek tersebut bersama personel baru. Ia menggandeng Droobie, rapper naturalisasi asal London yang kini menetap di Bali, serta Burn sebagai bassist.

Nama D.B.D memiliki dua makna. Selain merupakan singkatan dari Droobie, Burn, dan Deathhollow, nama tersebut juga menjadi metafora dari “Demam Berdarah” yang diperkuat dengan identitas visual berupa logo nyamuk mekanikal.

Proses produksi Crawling 2 juga disebut penuh tantangan. Lagu tersebut mengusung karakter musik yang keras dengan vokal mentah serta lirik tajam. Pada masa pra-rilis, lagu ini bahkan sempat menuai kontroversi dan mendapat pembatasan karena dianggap menyinggung pihak tertentu melalui lirik kritik dan umpatan yang digunakan.

Meski demikian, respons pendengar justru terus bertumbuh. Hingga 15 Mei 2026, sebanyak 66,8 persen pendengar lagu tersebut berasal dari luar Indonesia. Tiga pasar terbesar D.B.D saat ini adalah Indonesia, Amerika Serikat, dan Nigeria.

Selain itu, Crawling 2 berhasil mencatat 1.000 streams dalam waktu 40 hari sejak peluncuran. Grup tersebut kini menargetkan capaian 10.000 streams dalam kurun waktu kurang dari 100 hari.

Berbasis di Jakarta dan Bali, D.B.D melakukan proses mixing serta mastering di Jakarta, sementara Droobie menjalankan aktivitas kreatif dari Bali. Melalui proyek kebangkitannya, grup ini membawa misi sederhana namun kuat, yakni “membisingkan dunia lewat suara yang mengganggu.”

Mereka berharap Crawling 2 tidak hanya menjadi karya musik semata, tetapi juga memberi inspirasi bagi para pelaku musik independen untuk terus berkarya dan menembus pasar global.

“The Dragon Has Awaken.”


BERITA TERKAIT