Bawa Misi Pelestarian Budaya, Deksa dan Shasi Wakili Jawa Timur ke Ajang Nasional

Deksa Putra Pratama dan Shasi Kirana. (poto/ist/Ysf)

MALANG, Satuju.com - – Ajang Putra Putri Kebudayaan Indonesia 2026 menjadi panggung bagi generasi muda Jawa Timur untuk menunjukkan komitmennya dalam pelestarian budaya. Dua wakil asal Malang, M. Deksa Putra Pratama dan Shasi Kirana, dipastikan membawa nama Jawa Timur pada kompetisi tingkat nasional yang akan berlangsung di Yogyakarta pada akhir Juni 2026.

Keduanya tidak hanya tampil sebagai peserta, tetapi juga membawa program advokasi yang telah dijalankan untuk mendukung pemajuan kebudayaan di tengah masyarakat.

Deksa mengusung gerakan “Rabu Ceria”, sebuah inisiatif yang berfokus pada pengenalan budaya lokal kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Program tersebut menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan kreatif yang bertujuan menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya daerah.

Sementara itu, Shasi menghadirkan program “Culturashi”, yang membuka ruang partisipasi bagi masyarakat dalam upaya pelestarian budaya. Melalui pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan, program ini berupaya mendekatkan generasi muda dengan kekayaan budaya bangsa.

Partisipasi Deksa dan Shasi mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Malang dan Pemerintah Kota Batu. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong keterlibatan generasi muda untuk menjaga dan mempromosikan budaya Indonesia di tingkat yang lebih luas.

Pembina Provinsi Jawa Timur, M. Albany Pasya, S.A.P., C.PS., bersama Tauqit Mukhlis Diansyah, A.P., S.A.P., M.A.P., menegaskan bahwa ajang kebudayaan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ajang ini bukan hanya tentang prestasi dan gelar, tetapi bagaimana seorang duta kebudayaan mampu menjadi agen perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Budaya harus hidup di tengah generasi muda dan menjadi bagian dari identitas yang terus berkembang,” ungkap mereka.

Menurut keduanya, generasi muda memiliki peran strategis dalam mendukung pemajuan kebudayaan sebagai salah satu fondasi pembangunan bangsa. Karena itu, kolaborasi, inovasi, dan kepedulian terhadap budaya perlu terus diperkuat agar warisan budaya tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Dengan bekal program advokasi yang telah berjalan serta dukungan berbagai pihak, Deksa dan Shasi optimistis mampu memberikan kontribusi positif pada ajang Putra Putri Kebudayaan Indonesia 2026 sekaligus mengharumkan nama Jawa Timur di tingkat nasional.