Nanik Deyang Resmi Pimpin BGN, Reaksi Media Sosial "Ah Sami Mawon", Ini Rekam Jejak dan Kompetensi

Foto hanya AI ilustrasi, Nanik S. Deyang. (Ist/Rosadi Jamani)

Satuju.comNanik Deyang resmi menjabat Kepala BGN setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuknya menggantikan Dadan Hindayana pada 2 Juni 2026. Pergantian pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut langsung menjadi perhatian publik dan memicu beragam reaksi di media sosial.

Sejumlah warganet awalnya menyambut kabar pergantian tersebut sebagai awal perubahan di tubuh BGN. Namun, setelah nama pengganti diumumkan, sebagian publik justru mempertanyakan latar belakang Nanik yang dinilai tidak memiliki rekam jejak kuat di bidang gizi maupun keamanan pangan.

Di berbagai platform media sosial, muncul beragam komentar. Salah satunya berbunyi, "Ah sami mawon." Komentar tersebut mencerminkan pandangan sebagian masyarakat yang menilai pergantian pimpinan belum tentu membawa perubahan signifikan terhadap kebijakan maupun kinerja lembaga.

Nanik Sudaryati Deyang lahir di Madiun pada 3 Januari 1968. Ia merupakan lulusan Sarjana Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto dan Magister Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Dalam perjalanan kariernya, Nanik lebih banyak berkecimpung di dunia media. Ia pernah menjadi wartawati Tabloid Bangkit, Pemimpin Redaksi Majalah Femme, Direktur Utama Tabloid Info Kecantikan, hingga menduduki sejumlah posisi komisaris di perusahaan media.

Namanya mulai mendapat sorotan nasional pada 2018 saat kasus hoaks Ratna Sarumpaet mencuat. Saat itu, Nanik diketahui ikut menyebarkan informasi yang kemudian terbukti tidak benar. Ia sempat diperiksa penyidik sebagai saksi dan hadir dalam proses persidangan kasus tersebut.

Meski demikian, karier politiknya terus berkembang. Pada Pemilihan Presiden 2019, Nanik dipercaya menjadi Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Setelah Prabowo menjabat presiden, ia kembali memperoleh sejumlah posisi strategis di pemerintahan.

Pada periode 2024–2029, Nanik ditunjuk sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan. Selanjutnya, pada September 2025, ia dipercaya menjadi Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.

Saat menjabat di BGN, Nanik ikut menjadi sorotan ketika program Makan Bergizi Gratis (MBG) menghadapi kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ribuan siswa. Dalam konferensi pers pada 26 September 2025, ia menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas insiden tersebut.

Selain itu, Nanik juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi MBG dan Komisaris Independen Pertamina sebelum akhirnya dipercaya memimpin BGN.

Penunjukan Nanik sebagai Kepala BGN kini memunculkan perdebatan publik. Sebagian pihak menilai kepercayaan Presiden menjadi faktor utama dalam penugasan tersebut. Namun, sebagian lainnya mempertanyakan kesesuaian pengalaman dan kompetensinya dengan tugas utama BGN yang berfokus pada gizi nasional dan keamanan pangan.

Terlepas dari perdebatan yang berkembang, Nanik kini memegang tanggung jawab besar dalam menjalankan program gizi nasional yang menyasar puluhan juta anak Indonesia. Kinerja BGN di bawah kepemimpinannya akan menjadi perhatian publik dalam waktu mendatang.


BERITA TERKAIT