Mobil Inventaris PD Muhammadiyah Rohil Rusak Parah, BPKAD Belum Terima Laporan
Mobil inventaris PD Muhammadiyah Rokan Hilir. (poto/ist/Med)
Mobil inventaris PD Muhammadiyah Rohil dilaporkan rusak parah dan terbengkalai. BPKAD mengaku belum menerima laporan terkait kondisi aset tersebut.
ROKAN HILIR, Satuju.com - Mobil inventaris PD Muhammadiyah Rohil menjadi sorotan publik setelah diketahui dalam kondisi rusak parah dan terparkir cukup lama di halaman Masjid Muhammadiyah, Kelurahan Bagan Hulu, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir.
Kondisi mobil Toyota Kijang Innova yang merupakan aset pemerintah daerah itu memunculkan pertanyaan terkait pengelolaan dan pengawasan barang milik daerah yang dipinjamkan kepada organisasi penerima.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah bagian kendaraan telah hilang dan kendaraan tidak lagi dapat digunakan. Warga dan jamaah masjid mengaku prihatin melihat kondisi aset tersebut yang dibiarkan terbengkalai selama bertahun-tahun.
"Entah apa sebab musibabnya mobil Inova itu sampai begini. Bagian isi mobil sudah banyak yang hilang, bisa di lihat itu. Kalau tak salah hampir dua tahun mobil ini terparkir," kata seorang jamaah Masjid Muhammadiyah yang enggan disebutkan namanya, Rabu (4/6).
Menurut warga, kendaraan itu setiap hari terlihat terparkir tanpa perawatan. Akibatnya, kondisi mobil terus memburuk hingga menyerupai rongsokan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Aset BPKAD Rokan Hilir, Azwin, mengaku belum mengetahui kondisi mobil inventaris tersebut. Ia menyebut hingga kini pihaknya belum menerima laporan resmi mengenai kerusakan kendaraan tersebut.
"Benar sekali, mobil Inventaris organisasi Muhammadiah merek Toyota Inova. Kaget saya kalau denger mobil itu rusak, karena kita belum dapet laporan prihal itu," kata Azwin.
Ia menambahkan pihaknya akan menurunkan petugas untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
"Nanti anggota saya coba mengecek kesana. Agar tidak simpang siur bertanya kemana-mana," ujarnya.
Sementara itu, Ketua PD Muhammadiyah Rokan Hilir, Doddy Herdiyana, tidak memberikan banyak penjelasan terkait keberadaan maupun kondisi kendaraan tersebut. Ia meminta agar dilakukan pengecekan langsung di lapangan untuk mengetahui kronologinya secara utuh.
"Kurang faham saya kalau soal mobil Inova itu. Coba dicek aja dilapangan, biar lebih jelas nanti kronologinya," ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Sekretaris PD Muhammadiyah Rohil, Rahmad Hidayat. Saat dikonfirmasi, ia juga tidak memberikan keterangan rinci terkait kendaraan inventaris tersebut.
"Maaf ini dengan siapa, ini nemu rilis atau bikin rilis?" ujar Rahmad Hidayat, singkat.
Terpisah, praktisi hukum asal Rokan Hilir, Nurdin Sipahutar, menilai persoalan tersebut perlu segera ditindaklanjuti karena menyangkut aset daerah. Menurutnya, pembiaran terhadap barang inventaris milik pemerintah berpotensi menimbulkan persoalan hukum.
"Kalau rusak seperti itu, ini seharusnya tidak bisa ditoleransi, BPKAD harus bergerak cepat menyikapi kejadian ini. Kalau dibiarkan sampai bertahun-tahun rusak gini, ini ada unsur kesengajaan atau pembiaran," ucap Bung Nurdin Sipahutar.
Ia juga mendorong Bidang Aset BPKAD Rohil melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam pengelolaan aset tersebut.
"Ada unsur pidananya itu. Mobil itukan aset Pemda Rohil. Jika dipinjam pakai atau hibah, tentu antara Pemda dan penerima inventaris itu, tentu ada ketentuan disepakati. Jika mengabaikan dan melalaikan udah masuk itu unsur pidananya. Ini terjadi sudah tahunan loh," urainya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab kerusakan kendaraan maupun pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan aset tersebut.(Med)
