Justice Collaborator Kasus MBG, Sony Sonjaya Siap Bongkar Tokoh Eksekutif dan Legislatif
Foto AI hanya ilustrasi, Soni Sanjaya seolah ingin "Cuci Tangan" Ia menyatakan bahwa dirinya pion.(poto/ist/Andrian Saputra)
Satuju.com - Kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki babak baru. Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menyatakan kesiapannya menjadi Justice Collaborator dalam penyidikan perkara yang diduga merugikan keuangan negara hingga triliunan rupiah.
Langkah tersebut disampaikan melalui kuasa hukumnya, Krisna Murti. Menurutnya, Sony telah menyampaikan komitmen itu dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan siap memberikan informasi terkait pihak-pihak lain yang diduga terlibat.
"Pak Sony menyatakan siap menjadi Justice Collaborator, tekad ini sudah dituangkan dalam BAP di Kejaksaan. Menurut klien saya, yang jelas melibatkan tokoh-tokoh dari kalangan eksekutif dan legislatif. Klien saya siap buka semuanya," ujar kuasa hukum Sony, Krisna Murti, Kamis (4/6/2026).
Krisna mengatakan keputusan kliennya diambil karena tidak ingin menjadi satu-satunya pihak yang disalahkan dalam perkara tersebut. Sony disebut merasa selama ini ditempatkan sebagai aktor utama dalam dugaan praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Dia tidak mau disudutkan sendiri. Selama ini dia dipojokkan bahwa dia adalah yang menjual titik-titik dapur, dia yang mempermainkan dapur-dapur itu. Padahal, menurut Pak Sony bahwa beliau dalam tekanan, ada atensi. Diatensi oleh nama-nama besar yang akan beliau sampaikan nanti," jelas Krisna Murti.
Pihak kuasa hukum menegaskan Sony membantah menjadi pengendali utama dalam dugaan pengaturan maupun transaksi titik dapur SPPG yang kini menjadi bagian dari penyidikan Kejaksaan Agung.
Meski mengklaim mengetahui keterlibatan sejumlah tokoh dari kalangan eksekutif dan legislatif, Sony maupun tim hukumnya belum bersedia mengungkap identitas pihak yang dimaksud. Mereka menyatakan informasi tersebut akan disampaikan dalam proses persidangan.
"Pada waktunya nama-nama tokoh yang terlibat akan kita buka di pengadilan. Ini adalah itikad baik dari Pak Sony agar kasusnya transparan," tandas Krisna.
Pernyataan tersebut menambah perhatian publik terhadap pengusutan kasus MBG yang sebelumnya telah menyeret sejumlah mantan petinggi BGN sebagai tersangka. Kini, sorotan tertuju pada langkah Kejaksaan Agung dalam menindaklanjuti informasi yang dijanjikan Sony sebagai Justice Collaborator.
Jika keterangan itu dapat dibuktikan, pengungkapan kasus dugaan korupsi MBG berpotensi berkembang lebih luas dan membuka kemungkinan keterlibatan pihak lain di luar jajaran yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
