Tiyo Ardianto Soroti Pergantian Kepala BGN, Singgung Tanggung Jawab Prabowo

Foto AI hanya ilustrasi, Tiyo Ardianto. (poto/ist/Andrian Saputra)

Tiyo Ardianto mengkritik pergantian Kepala BGN dan menilai kasus yang menjerat pejabat tersebut mencoreng kepemimpinan Presiden Prabowo.

Satuju.com - Tiyo Ardianto kritik Prabowo menjadi sorotan dalam program Bola Liar KompasTV yang tayang pada Jumat (5/6/2026) malam. Dalam diskusi yang berlangsung panas itu, Tiyo menanggapi pergantian Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dan mengaitkannya dengan tanggung jawab kepemimpinan nasional.

Perdebatan bermula saat pembawa acara meminta pandangan Tiyo mengenai pergantian pimpinan BGN di tengah polemik yang berkembang.

"Sekarang saya ke Tiyo. Tiyo, pendapat kamu ketika Kepala BGN akhirnya diganti, ada pergantian, sudahkah menjawab masalah yang ada menurut kamu?" tanya host.

Menjawab pertanyaan tersebut, Tiyo melontarkan kritik keras terhadap pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto.

"Pemimpin yang buruk, pasti akan memilih tim yang buruk. Ketika hari ini Pak Dadan Hindayana ini ditangkap oleh Kejaksaan Agung, sebenarnya bukan hanya wajah Pak Dadan yang tercoreng, tapi yang utama adalah wajah Presiden Prabowo Subianto," jawab Tiyo mulai memberikan statemen.

Ia menilai kasus yang menyeret pejabat tersebut menjadi cerminan buruknya tata kelola program prioritas pemerintah.

"Ini membuktikan betapa bobroknya kepemimpinan nasional kita hari ini. Karena program prioritas yang paling jadi kebanggaannya Presiden saja, itu bisa hancur-hancuran seperti ini. Kalau dihitung-hitung dengan Kejaksaan Agung, setiap hari miliaran yang dikorupsi oleh tiga maling ini. Berarti totalnya, kalau hampir dua tahun MBG berjalan, minimal 500 M mereka sudah dapat. Itu di level paling pucuk," lanjutnya.

Tiyo kemudian mengutip pernyataan Presiden Prabowo terkait pentingnya kepemimpinan dalam sebuah organisasi.

"Pak Prabowo sendiri yang menyampaikan, bahwa ikan itu busuk mulai dari kepalanya. Kalau sudah hampir dua tahun busuk Kepala BGN, maka hampir bisa dipastikan bawahnya-bawahnya juga lebih busuk lagi," ujarnya tegas.

Pernyataan tersebut langsung disambut tepuk tangan penonton yang hadir di studio.

Namun, host kemudian menyoroti langkah Presiden yang dinilai telah mengambil tindakan terhadap pejabat di lingkaran pemerintahannya.

"Tapi Presiden kan sebenarnya menindak orang lingkarannya, bukankah Anda tidak melihat bahwa sikap Presiden sebenarnya fair?" tanya host lagi.

Tiyo menilai waktu pencopotan Kepala BGN justru memunculkan pertanyaan terkait proses hukum yang berjalan.

"Pencopotan Kepala BGN saat sebelum dia ditetapkan sebagai tersangka, itu jadi ukuran, bahwa politik punya faktor di dalam hukum kita. Harusnya kalau mau fair, tidak usah dicopot duluan. Biarkan dia ditangkap oleh Kejaksaan Agung, biarkan ditetapkan sebagai tersangka, lalu dicopot dia sebagai Kepala BGN," pungkasnya.

Perdebatan tersebut menjadi salah satu momen paling menarik dalam tayangan Bola Liar KompasTV, yang membahas perkembangan kasus yang menyeret pejabat Badan Gizi Nasional dan dampaknya terhadap citra pemerintahan.


BERITA TERKAIT