Puting Beliung Terjang Desa Api-Api, Polres Bengkalis Kawal Pengamanan Sekolah Terdampak

kawasan SMPN 1 Bandar Laksamana, TK Negeri 1 Bandar Laksamana, dan permukiman warga.(poto/ist/HumasPolresBkls)

Puting beliung menerjang Desa Api-Api, Bengkalis. Sejumlah sekolah dan rumah rusak, Polres Bengkalis lakukan pengamanan pascabencana.

BENGKALIS, Satuju.com - Bencana puting beliung di Desa Api-Api Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Minggu (7/6/2026), menyebabkan kerusakan parah pada fasilitas pendidikan dan rumah warga. Polisi turun langsung mengamankan lokasi serta membantu penanganan pascabencana agar situasi tetap kondusif.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.30 WIB itu diawali angin kencang dari arah laut menuju daratan. Kondisi cuaca yang disertai awan gelap kemudian berkembang menjadi pusaran angin puting beliung yang melintasi kawasan SMPN 1 Bandar Laksamana, TK Negeri 1 Bandar Laksamana, dan permukiman warga.

Dampak paling besar terjadi di SMPN 1 Bandar Laksamana. Sedikitnya tiga gedung belajar yang mencakup sembilan ruang kelas mengalami kerusakan. Selain itu, laboratorium IPA, gudang, perpustakaan, ruang baca, rumah dinas guru, mushala, ruang kepala sekolah, dan ruang guru turut terdampak. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp5 miliar.

Sementara itu, TK Negeri 1 Bandar Laksamana mengalami kerusakan pada satu gedung belajar yang terdiri dari dua ruang kelas dengan estimasi kerugian sekitar Rp30 juta. Tiga rumah warga juga mengalami kerusakan akibat terjangan angin dan material bangunan yang beterbangan.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, seorang warga bernama Ruziana mengalami luka sayat pada jari setelah terkena seng yang terlepas saat angin kencang menerjang kawasan tersebut.

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar melalui Kasi Humas Polres Bengkalis Aipda Juliandi Bazrah menjelaskan jajaran kepolisian langsung bergerak melakukan pengamanan dan koordinasi dengan pemerintah setempat.

“Atas arahan Kapolres Bengkalis, Kapolsek Bukit Batu bersama Bhabinkamtibmas terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa untuk mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penjarahan maupun mengambil barang inventaris milik sekolah yang terdampak bencana. Selain itu, personel juga membantu pihak sekolah menjaga keamanan lingkungan dan mengantisipasi tindakan-tindakan yang dapat merugikan sekolah maupun mengganggu ketertiban masyarakat,” ujar Kasi Humas.

Selain menjaga keamanan, personel Polsek Bukit Batu turut membantu membersihkan material seng yang berserakan di jalan guna mencegah kecelakaan lalu lintas dan gangguan keamanan lainnya.

Hingga Minggu siang, warga, pelajar, dan aparat setempat masih bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang rusak. Meski hujan dan angin masih terjadi di lokasi, kondisi secara umum tetap aman dan terkendali.