Mahasiswa Minang Pascasarjana Deklarasikan IMP, Dorong Generasi Indonesia Emas 2045
Ikatan Mahasiswa Minang Pascasarjana Bandung (IMMP Bandung) di Multipurpose Hall CRCS Institut Teknologi Bandung (ITB), Sabtu (7/6/2026). (poto/ist)
Mahasiswa Minang pascasarjana di Bandung mendeklarasikan IMP dan mendorong lahirnya Generasi Indonesia Emas 2045 yang unggul dan berkarakter.
BANDUNG, Satuju.com - Generasi Indonesia Emas 2045 menjadi fokus utama Seminar Nasional yang digelar Ikatan Mahasiswa Minang Pascasarjana Bandung (IMMP Bandung) di Multipurpose Hall CRCS Institut Teknologi Bandung (ITB), Sabtu (7/6/2026). Forum ini mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan mahasiswa untuk membahas penguatan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, serta tetap berakar pada identitas budaya.
Dalam kegiatan tersebut, IMMP Bandung juga mendeklarasikan transformasi organisasi menjadi Ikatan Minang Pascasarjana (IMP). Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi organisasi dalam pengembangan intelektualitas, kepemimpinan, dan jejaring profesional masyarakat Minang di tingkat nasional.
Rektor ITB yang diwakili Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi Umum, Dr. Andryanto Rikrik Kusmara, S.Sn., M.Sn., menilai seminar ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat budaya riset dan inovasi di kalangan mahasiswa pascasarjana.
Menurutnya, perguruan tinggi harus terus mendorong penguatan penelitian, publikasi ilmiah, kolaborasi multidisiplin, serta kemitraan lintas sektor guna melahirkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global.
Seminar yang dimoderatori akademisi Universitas Riau, Dr. Piki S. Pernantah, M.Pd., secara resmi dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., M.M.
Dalam sambutannya, Mahyeldi mengapresiasi IMMP Bandung sebagai wadah berhimpunnya mahasiswa Minangkabau dari berbagai perguruan tinggi di Bandung. Ia menegaskan organisasi mahasiswa memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah dan bangsa.
Mahyeldi mengingatkan generasi muda Minangkabau untuk melanjutkan jejak para tokoh besar asal Ranah Minang yang telah memberi kontribusi besar bagi Indonesia, seperti Mohammad Hatta, Mohammad Natsir, Haji Agus Salim, Tan Malaka, dan Buya Hamka.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya menjaga identitas budaya di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.
"Jangan sampai kita kehilangan identitas sebagai orang Minang. Ke mana pun merantau, setinggi apa pun pendidikan yang diraih, dan sejauh apa pun karier yang dibangun, nilai-nilai ABS-SBK harus tetap menjadi pegangan. Identitas itulah yang akan menjadi kompas dalam menghadapi perubahan zaman," tegasnya.
Seminar nasional tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai sektor, yakni Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Ir. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, tokoh pendidikan nasional Prof. Dr. Fasli Jalal, Ph.D., serta Owner dan CEO PT SkinSol Kosmetik Industri, Michael Simon.
Melalui video paparannya, Yassierli menyoroti perubahan dunia kerja akibat perkembangan teknologi digital, otomatisasi, dan kecerdasan buatan. Ia menilai generasi muda perlu membekali diri dengan kemampuan adaptasi, kreativitas, berpikir kritis, kolaborasi, dan semangat belajar sepanjang hayat agar mampu bersaing di pasar kerja global.
Sementara itu, Fasli Jalal menegaskan pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan individu yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk karakter, integritas, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial.
Dari sektor industri, Michael Simon membagikan pengalaman membangun perusahaan manufaktur kosmetik nasional. Ia menilai keberhasilan karier dan kewirausahaan tidak hanya ditentukan kemampuan teknis, tetapi juga karakter, integritas, ketekunan, serta kemampuan membangun jejaring yang luas.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan terkait pendidikan, kepemimpinan, pengembangan karier, kewirausahaan, transformasi dunia kerja, hingga penguatan identitas budaya. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya perhatian generasi muda terhadap tantangan masa depan dan kebutuhan menjaga nilai budaya di tengah perubahan global.
Melalui seminar dan deklarasi organisasi baru tersebut, IMP menegaskan komitmennya untuk menjadi wadah pengembangan intelektual sekaligus penggerak kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Organisasi ini berharap dapat melahirkan generasi yang unggul secara akademik, kompetitif dalam karier, berintegritas, serta siap berkontribusi bagi kemajuan Ranah Minang dan Indonesia menuju Generasi Indonesia Emas 2045.
