Tempo Digempur Serangan Siber DDoS, 24,9 Juta Request Hantam Server
Foto AI hanya ilustrasi, Serangan siber masif hantam Tempo. (poto/ist/Lhynaa Marlynaa)
Satuju.com - Serangan siber Tempo DDoS menjadi sorotan setelah portal berita nasional itu menerima gelombang trafik digital dalam jumlah sangat besar yang mengganggu akses layanan bagi pembaca.
Sejak Jumat, 5 Juni 2026, situs berita Tempo dilaporkan menjadi target serangan Distributed Denial of Service (DDoS). Hingga Senin, 8 Juni 2026, serangan tersebut terus berlangsung dengan intensitas tinggi dan membanjiri infrastruktur digital media tersebut.
Chief Technology Officer Tempo Digital, Heru Tjatur Tjahja, mengungkapkan bahwa tim teknologi mencatat sedikitnya 24,9 juta request yang mengarah ke server Tempo selama periode serangan berlangsung.
Lonjakan lalu lintas digital itu membuat sebagian pengguna mengalami kendala saat mengakses situs. Sejumlah halaman dilaporkan memuat lebih lambat dari biasanya, bahkan beberapa sempat tidak dapat diakses secara normal.
Serangan DDoS merupakan metode yang dilakukan dengan membanjiri server menggunakan permintaan akses palsu dari berbagai sumber secara bersamaan. Tujuannya bukan untuk mencuri data maupun merusak isi konten, melainkan menguras kapasitas sistem sehingga layanan menjadi lambat atau tidak dapat diakses pengguna yang sah.
Insiden tersebut kembali menegaskan besarnya tantangan keamanan digital yang dihadapi industri media. Di tengah meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap informasi berbasis internet, gangguan terhadap infrastruktur digital dapat berdampak langsung pada akses publik terhadap pemberitaan.
Meski menghadapi tekanan besar, tim teknologi Tempo terus melakukan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga layanan tetap berjalan. Upaya penyaringan trafik mencurigakan dan penguatan sistem dilakukan guna meminimalkan dampak serangan terhadap pembaca.
Kasus ini menunjukkan bahwa ancaman terhadap media tidak selalu muncul dalam bentuk tekanan fisik atau pembatasan informasi secara langsung. Di era digital, serangan siber seperti DDoS dapat menjadi cara efektif untuk menghambat akses masyarakat terhadap informasi dalam waktu singkat.
