KONDISI EKONOMI INDONESIA 2026

Chatib Basri Ungkap Alarm Ekonomi, Efisiensi Anggaran dan MBG Jadi Sorotan di Istana

Chatib Basri.(poto/ist/Andrian Saputra)

Jakarta, Satuju.com - Kondisi Ekonomi Indonesia 2026 menjadi fokus utama dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan jajaran Dewan Ekonomi Nasional (DEN) di Istana Negara, Selasa (9/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, anggota DEN Chatib Basri menyoroti sejumlah tantangan ekonomi yang dinilai perlu segera mendapat perhatian pemerintah.

Rombongan DEN yang dipimpin Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan tiba di Istana sekitar pukul 15.30 WIB. Kehadiran Chatib Basri sempat memicu spekulasi terkait isu perombakan kabinet, termasuk kabar dirinya akan menggantikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Namun, Chatib langsung membantah rumor tersebut.

> "Lho, masa (jadi Menkeu)? Saya enggak tahu," ujarnya usai pertemuan.

Menurut Chatib, agenda pertemuan sepenuhnya membahas perkembangan ekonomi nasional dan langkah-langkah yang perlu diambil pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah berbagai tekanan.

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah pelemahan nilai tukar rupiah yang berpotensi mendorong kenaikan harga barang dan meningkatkan tekanan inflasi. Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

Selain itu, Chatib menekankan pentingnya efisiensi anggaran negara agar ruang fiskal tetap terjaga. Dalam pembahasannya, ia juga menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya perlu menjadi bagian dari evaluasi penggunaan anggaran pemerintah.

> "Salah satunya adalah langkah-langkah yang dilakukan di dalam efisiensi anggaran termasuk salah satu di antaranya di dalam kaitan dengan MBG," tegas Chatib.

Ia menilai pemerintah perlu memastikan setiap program prioritas berjalan efektif dan memberikan dampak ekonomi yang optimal bagi masyarakat.

Tak hanya soal fiskal, Chatib juga mengingatkan pentingnya membangun kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah. Menurutnya, transparansi dan disiplin dalam pengelolaan anggaran menjadi faktor penting untuk menjaga optimisme pelaku usaha dan masyarakat.

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap program MBG, terutama setelah muncul kasus dugaan korupsi tata kelola dana program yang tengah ditangani aparat penegak hukum.

Meski isu pergantian Menteri Keuangan tidak terbukti, pembahasan yang muncul dalam pertemuan itu menunjukkan pemerintah sedang mencermati berbagai tantangan ekonomi yang berkembang. Masukan dari Dewan Ekonomi Nasional diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.


BERITA TERKAIT