Fatty Liver Disebut Silent Killer, Dokter Ungkap Gejala Baru Muncul Saat Kondisi Sudah Serius

Ilustrasi Jantung. (poto/net)

Jakarta, Satuju.com - Penyakit perlemakan hati atau fatty liver kerap dijuluki sebagai silent killer karena sering berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Kondisi ini membuat banyak penderita tidak menyadari adanya gangguan pada hati hingga ditemukan saat pemeriksaan kesehatan atau setelah berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Dokter spesialis penyakit dalam, Prof. Dr. dr. Rino Alvani Gani, SpPD-KGEH, menjelaskan bahwa sebagian besar kasus fatty liver tidak menunjukkan tanda-tanda khusus pada fase awal. Gejala umumnya baru muncul ketika kondisi telah berkembang menjadi lebih berat dan memerlukan penanganan segera.

Menurut Prof. Rino, munculnya nyeri atau rasa sakit di area hati dapat menjadi pertanda bahwa penyakit telah memasuki tahap yang lebih serius. Sementara pada tahap awal, penderita biasanya tidak merasakan keluhan apa pun.

Ia mengungkapkan bahwa kasus fatty liver di Indonesia saat ini cukup mengkhawatirkan karena banyak ditemukan pada kelompok usia produktif, terutama rentang usia 30 hingga 50 tahun. Bahkan, dalam kondisi tertentu, penyakit ini juga dapat terjadi pada remaja yang mengalami obesitas sejak usia dini.

“Anak yang sejak kecil mengalami kegemukan memiliki risiko lebih besar mengalami fatty liver,” ujarnya.

Untuk meningkatkan deteksi dini, Kementerian Kesehatan RI mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Melalui program tersebut, masyarakat dapat menjalani pemeriksaan dasar, termasuk skrining kondisi hati melalui tes darah.

Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, mengatakan pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengetahui risiko gangguan hati, termasuk kemungkinan terjadinya pengerasan hati atau kelainan fungsi liver.

Menurutnya, CKG dirancang untuk menjangkau masyarakat yang masih sehat agar dapat mendeteksi berbagai gangguan kesehatan sejak dini dan mencegah kondisi menjadi lebih parah.

Karena sering muncul tanpa gejala, para ahli mengimbau masyarakat untuk menjaga berat badan ideal, menerapkan pola makan sehat, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala guna mencegah dan mendeteksi fatty liver lebih awal.


BERITA TERKAIT