Debat Fahri Hamzah vs Feri Amsari Dinilai Hanya Mengulang Pertarungan Lama
Debat Fahri Hamzah dan Feri Amsari di Rosi KompasTV.(poto/ist/Erizal)
Satuju.com - Debat Fahri Hamzah dan Feri Amsari dalam program Rosi di KompasTV kembali menjadi perhatian publik. Namun, perdebatan yang berlangsung panas itu dinilai tidak menghadirkan hal baru karena keduanya selama ini memang dikenal berada di kubu yang berseberangan dalam berbagai isu politik dan hukum nasional.
Pengamat sekaligus penulis opini Erizal menilai perbedaan pandangan antara Fahri Hamzah dan Feri Amsari sudah berlangsung lama. Menurutnya, jika keduanya berada dalam satu barisan, justru hal itu yang akan menjadi kejutan politik.
"Debat Fahri Hamzah dan Feri Amsari di talkshow Rosi, KompasTV, kemarin, tidak ada yang baru. Bila Fahri dan Feri tak berdebat, tak berhadap-hadapan, berada pada sisi yang sama, baru itu baru," tulis Erizal.
Dalam ulasannya, Fahri disebut sebagai salah satu tokoh yang sejak lama mengambil posisi berbeda terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terutama saat wacana revisi Undang-Undang KPK mengemuka. Sementara Feri Amsari dikenal sebagai akademisi dan aktivis yang kerap menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah.
Perbedaan sikap keduanya kembali terlihat saat membahas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Fahri memandang Prabowo sebagai solusi bagi berbagai persoalan bangsa, sedangkan Feri menilai arah sebaliknya.
"Prabowo solusi di mata Fahri, Feri justru melihatnya pangkal masalah. Saat kalimat Fahri berhenti, di situ Feri memulai," tulisnya.
Selain adu argumentasi antara kedua narasumber, perhatian publik juga tertuju pada peran pembawa acara Rosiana Silalahi. Dalam beberapa kesempatan, Rosi dinilai terlihat memberikan respons yang lebih mendukung pandangan Fahri Hamzah, terutama ketika membahas kebiasaan membaca Prabowo dan alasan Fahri mendukung pemerintahan saat ini.
Perdebatan juga menyentuh isu pendanaan dari filantropis internasional George Soros. Dalam sesi tersebut, Feri Amsari menyatakan dirinya tidak termasuk pihak yang pernah menerima dana dari jaringan Soros. Ia mengaku bangga karena namanya tidak tercantum dalam daftar yang pernah beredar.
Menurut Erizal, inti perdebatan Fahri dan Feri sebenarnya bukan hanya soal politik praktis, melainkan soal klaim niat baik dalam memperjuangkan kepentingan publik. Ia menilai tidak tepat mengukur kualitas niat seseorang hanya dari posisi berada di dalam atau di luar pemerintahan.
Pada akhirnya, debat tersebut dianggap sebagai kelanjutan dari rivalitas lama yang telah berlangsung bertahun-tahun. Meski peta politik nasional terus berubah, Fahri Hamzah dan Feri Amsari tetap konsisten berada di sisi yang berbeda dalam berbagai perdebatan publik.
