Pujian Said Iqbal ke Prabowo Jadi Sorotan, Pernyataan Soal Einstein Ramai Dibahas
Foto AI hanya ilustrasi, Pernyataan Said Iqbal yang menyebut IQ Prabowo Selevel Einstein.(poto/ist/Rosadi jamani)
Satuju.com - Pernyataan Said Iqbal yang menyebut Presiden Prabowo Subianto memiliki kecerdasan setara Einstein menjadi perbincangan hangat di ruang publik. Ucapan tersebut disampaikan tidak lama setelah ia dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh pada 8 Juni 2026.
Sorotan muncul setelah Said Iqbal mengungkapkan pandangannya mengenai kapasitas intelektual Prabowo. Dalam pernyataannya, ia menyebut Prabowo memiliki tingkat kecerdasan yang selevel dengan ilmuwan legendaris Albert Einstein.
Tak hanya itu, Said Iqbal juga menyatakan bahwa Prabowo memiliki kebiasaan membaca hingga 50 buku dalam sehari. Pernyataan tersebut langsung memicu beragam respons dari masyarakat dan warganet yang ramai membahasnya di berbagai platform media sosial.
Selain menyoroti sosok Prabowo, Said Iqbal turut menyampaikan pandangannya mengenai kesejahteraan pekerja. Ia mengatakan, "Kau boleh kaya tapi jangan miskinkan kami. Kau boleh punya rumah mewah tapi rakyat, buruh setidak-tidaknya punya rumah type 21 atau 30."
Pernyataan tersebut dikaitkan dengan harapan agar pertumbuhan ekonomi tetap memberikan ruang bagi peningkatan kesejahteraan kelompok pekerja dan masyarakat berpenghasilan rendah.
Di sisi lain, perhatian publik juga tertuju pada sikap organisasi buruh terkait sejumlah isu nasional, termasuk kenaikan harga Pertamax. Said Iqbal menegaskan bahwa kenaikan tersebut terjadi pada BBM non-subsidi, sementara Pertalite masih dipertahankan pada harga Rp10.000 per liter dan pemerintah berkomitmen tidak menaikkannya hingga akhir tahun.
Ketika ribuan mahasiswa menggelar aksi di kawasan Bundaran HI pada 12 Juni 2026, sejumlah pihak mempertanyakan absennya aksi serupa dari kalangan buruh. Menanggapi hal itu, Said Iqbal menyatakan belum ada rencana demonstrasi karena pihaknya masih memfokuskan perhatian pada revisi Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 7 Tahun 2026 mengenai outsourcing.
Menurutnya, dialog dan advokasi menjadi langkah yang saat ini lebih diutamakan dalam memperjuangkan kepentingan pekerja. Pendekatan tersebut dinilai berbeda dibandingkan pola perjuangan yang selama ini identik dengan aksi turun ke jalan.
Perubahan sikap dan berbagai pernyataan Said Iqbal pasca-masuk ke lingkaran pemerintahan pun terus menjadi bahan diskusi publik. Sejumlah pihak menilai langkah tersebut sebagai bagian dari strategi membangun komunikasi dengan pemerintah, sementara lainnya mempertanyakan konsistensi sikap gerakan buruh yang selama ini dikenal kritis terhadap kebijakan negara.
Perdebatan itu menunjukkan bahwa posisi baru Said Iqbal di pemerintahan tidak hanya membawa perhatian terhadap isu ketenagakerjaan, tetapi juga menempatkan setiap pernyataannya dalam sorotan publik yang lebih luas.
