Idrus Marham Bicara Etika, Publik Soroti Rekam Jejak dan Integritas

Foto AI hanya ilustrasi, Kritik boleh, Tapi harus sopan!.(poto/ist/Lhynaa Marlynaa)

Pernyataan Idrus Marham soal etika politik memicu sorotan publik yang mempertanyakan pentingnya integritas dan rekam jejak pejabat publik.

JAKARTA, Satuju.com - Pernyataan Idrus Marham soal etika politik kembali menjadi perhatian publik. Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu menegaskan pentingnya kesantunan dalam menyampaikan kritik kepada pemerintah.

"Ada etika-etika kebangsaan kita. Menggunakan kata-kata yang tidak sopan seperti yang disampaikan saudara Tiyo sangat tidak pantas diucapkan," kata Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham.

Pernyataan tersebut langsung memicu beragam respons di ruang publik. Sejumlah kalangan menilai pesan tentang etika berbangsa memang penting dalam demokrasi, namun tidak sedikit yang juga mengaitkannya dengan rekam jejak figur yang menyampaikannya.

Idrus Marham sebelumnya pernah terseret dalam kasus korupsi proyek PLTU Riau-1. Ia menjalani hukuman penjara setelah dinyatakan bersalah menerima suap dalam perkara tersebut.

Kini, setelah kembali menempati posisi strategis di Partai Golkar, Idrus kembali tampil dalam berbagai isu politik nasional, termasuk mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam menyampaikan kritik.

Situasi itu memunculkan perdebatan yang lebih luas mengenai standar moral dalam kehidupan publik. Sebagian pihak menilai kesantunan berbahasa harus dijaga, sementara yang lain menekankan bahwa integritas dan akuntabilitas pejabat publik juga menjadi unsur penting dalam menilai sebuah nasihat politik.

Dalam sistem demokrasi, etika tidak hanya tercermin dari pilihan kata saat berbicara. Etika juga berkaitan dengan tindakan, tanggung jawab, serta komitmen terhadap amanah yang diberikan masyarakat.

Perdebatan mengenai etika dan integritas tersebut menunjukkan bahwa publik kini semakin kritis dalam menilai setiap pernyataan tokoh politik, termasuk melihat kesesuaian antara pesan yang disampaikan dan rekam jejak yang dimiliki.