PELESTARIAN MUSIK TRADISIONAL INDONESIA

Didin Marlin Hidupkan Arsip Musik Tradisional Lewat Proyek Magismaja

Didin Marlin Rilis Magismaja. (poto/ist)

JAKARTA, Satuju.com - Pelestarian Musik Tradisional Indonesia menjadi fokus utama proyek Magismaja yang digagas musisi dan peneliti independen Didin Marlin. Melalui inisiatif tersebut, ia berupaya menghubungkan warisan budaya Nusantara dengan teknologi modern serta pendekatan musik kontemporer agar lebih mudah diterima generasi muda.

Didin menilai arsip rekaman lama tidak hanya berfungsi sebagai dokumen sejarah, tetapi juga menyimpan pengetahuan budaya yang masih relevan untuk dipelajari dan dikembangkan. Karena itu, Magismaja hadir sebagai ruang kreatif yang mempertemukan penelitian budaya, inovasi teknologi, dan ekspresi musikal masa kini.

Dalam beberapa tahun terakhir, Didin melakukan riset mendalam terhadap berbagai arsip budaya, termasuk rekaman tradisi lisan dan musik masyarakat Bugis yang direkam pada era 1970-an. Hasil penelitian tersebut menjadi fondasi dalam pengembangan karya-karya terbaru Magismaja.

Sebagai bagian dari komitmen akademis dan etis, Didin telah memperoleh izin resmi untuk memanfaatkan sejumlah arsip suara Bugis dari Centre de Recherche en Ethnomusicologie (CREM). Penggunaan arsip tersebut mendapat dukungan dan persetujuan Dana Rappoport serta keluarga Christian Pelras.

Kolaborasi itu memungkinkan arsip bersejarah dihadirkan kembali dalam bentuk karya artistik yang tetap menghormati sumber aslinya. Di sisi lain, pendekatan tersebut membuka ruang interpretasi baru bagi publik masa kini untuk memahami kekayaan budaya Indonesia.

Bagi Didin Marlin, pemanfaatan arsip budaya bukan sekadar upaya menghadirkan nostalgia masa lalu. Ia melihat arsip sebagai sarana menjaga kesinambungan pengetahuan budaya agar tetap hidup dan relevan di masa depan.

Ke depan, Magismaja diarahkan menjadi ekosistem kreatif yang menghubungkan penelitian arsip, dokumentasi budaya, pendidikan, pertunjukan musik, hingga kolaborasi lintas disiplin. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian warisan budaya melalui medium seni dan teknologi.

Dalam agenda terdekat, Didin dijadwalkan tampil pada perayaan Fête de la Musique 2026 Jakarta yang mempertemukan musisi dari berbagai latar budaya. Selain itu, ia juga tengah mempersiapkan showcase utama Magismaja yang akan digelar di Institut Français d'Indonésie (IFI) pada Agustus 2026.

Pertunjukan tersebut akan menampilkan perkembangan terbaru proyek Magismaja, termasuk eksplorasi artistik berbasis arsip suara Bugis yang dipadukan dengan pendekatan musik kontemporer. Melalui rangkaian kegiatan itu, Didin berharap Magismaja dapat menjadi jembatan antara warisan budaya lokal dan audiens global, sekaligus menghubungkan masa lalu dengan masa depan.


BERITA TERKAIT