Masyarakat Kembali Soroti Abrasi di Bengkalis yang Kian Parah: "Pak Presiden Simak Kami"

Bengkalis, Satuju.com - Abrasi yang terus menggerus wilayah pesisir Pulau Bengkalis kembali menjadi sorotan masyarakat. Kali ini, kondisi memprihatinkan tersebut kembali diangkat oleh akun Facebook milik Syamsul Khairi melalui unggahan terbaru yang memperlihatkan perubahan drastis di kawasan pesisir Dusun Teluk Pesisir, Jalan Gebak RT 002 RW 011, Desa Teluk Papal, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Dalam unggahan yang dibagikan di media sosial itu, Syamsul Khairi menunjukkan sebuah pintu klip atau pintu air yang sebelumnya berada di dekat tebing jalan tanggul. Namun kini, posisi garis pantai telah berubah drastis akibat abrasi yang terus mengikis daratan dari tahun ke tahun.

"Dulu pintu klip ini posisi di tebing jalan tanggul, sekarang campak laut sudah berapa jauh abrasi makan garis pantai. Pak Presiden simak kami," tulis Syamsul Khairi dalam unggahannya.

Unggahan tersebut sontak mengundang perhatian warganet dan kembali membangkitkan kekhawatiran masyarakat terhadap ancaman abrasi yang terus terjadi di wilayah pesisir Pulau Bengkalis.

Berdasarkan foto yang dibagikan, daratan di sekitar kawasan pesisir terlihat semakin menyusut. Area yang sebelumnya masih cukup jauh dari bibir pantai kini tampak semakin dekat dengan hempasan ombak laut. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengancam infrastruktur pesisir, lahan masyarakat, hingga permukiman warga jika tidak segera ditangani.

Bukan kali pertama Syamsul Khairi menyuarakan persoalan abrasi di Bengkalis. Sebelumnya, ia juga mengunggah kondisi Pantai Papal yang mengalami perubahan drastis akibat terus diterjang gelombang laut.

Dalam unggahan sebelumnya, Syamsul menggambarkan bagaimana kawasan pesisir yang dahulu dipenuhi pohon-pohon kelapa kini nyaris hilang karena terkikis abrasi.

"Pantai yang dulu penuh dengan pepohonan kelapa sekarang lenyap sudah, abrasi yang sangat memprihatinkan," tulisnya.

Fenomena abrasi di Desa Teluk Papal sendiri sudah lama menjadi perhatian masyarakat. Warga setempat mengaku setiap tahun garis pantai terus mengalami penyusutan. Sejumlah pohon kelapa yang dulunya tumbuh di sepanjang pesisir kini banyak yang tumbang dan hilang akibat terjangan ombak.

Kondisi tersebut juga memicu beragam respons dari masyarakat di media sosial. Banyak warga mengaku sedih melihat perubahan Pantai Papal yang dahulu dikenal sebagai salah satu destinasi favorit masyarakat untuk menikmati suasana pantai.

Masyarakat berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap ancaman abrasi yang terus menggerus wilayah pesisir Pulau Bengkalis.

Pasalnya, jika tidak segera dilakukan langkah penanganan yang komprehensif, abrasi dikhawatirkan akan terus mengancam ekosistem pesisir, merusak infrastruktur, serta mengurangi luas daratan di wilayah yang selama ini menjadi tempat tinggal dan sumber penghidupan masyarakat.

Seruan "Pak Presiden Simak Kami" yang disampaikan melalui media sosial pun menjadi bentuk harapan dan jeritan masyarakat pesisir Bengkalis agar persoalan abrasi mendapat perhatian lebih serius dan segera ditangani sebelum kerusakan yang terjadi semakin meluas.