Tokoh Masyarakat Goripaga Minta Aparat Hormati Warga Adat, Soroti Kehadiran Personel TNI Non Organik
Tokoh Masyarakat Goripaga Minta Aparat Hormati Warga Adat, Soroti Kehadiran Personel TNI Non Organik
Papua, Satuju.com - Tokoh masyarakat Goripaga, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Dano Tabuni, menyoroti kehadiran sejumlah personel TNI non organik yang sebelumnya bertugas di wilayah Komando Daerah Pertahanan (Kodap) II Baliem Wamena. Menurutnya, setiap aparat yang datang untuk bertugas di suatu wilayah seharusnya menjalin komunikasi dan berkoordinasi dengan masyarakat setempat guna menghindari keresahan di tengah warga.
Dano menegaskan bahwa masyarakat tidak menolak kehadiran aparat yang menjalankan tugas negara. Namun, pendekatan yang mengedepankan komunikasi dan penghormatan terhadap masyarakat adat dinilai sangat penting, terutama di wilayah Papua yang memiliki nilai-nilai kearifan lokal dan ikatan adat yang kuat.
"Kalau datang bertugas silakan, tetapi tolong koordinasi juga dengan kami masyarakat. Jangan datang diam-diam seolah-olah wilayah ini tidak punya pemilik," ujar Dano Tabuni.
Menurutnya, masyarakat adat memiliki hak untuk mengetahui setiap aktivitas yang berlangsung di wilayah mereka, termasuk kedatangan aparat keamanan. Dengan adanya komunikasi yang baik, potensi kesalahpahaman dan keresahan di tengah masyarakat dapat diminimalkan.
Dano juga menegaskan bahwa tanah Papua merupakan tanah adat yang diwariskan secara turun-temurun dan memiliki makna mendalam bagi masyarakat setempat.
"Tanah Papua adalah tanah yang diberikan Tuhan kepada orang Papua. Siapa pun yang datang ke sini harus menghormati masyarakat adat dan tidak bertindak sewenang-wenang," tegasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul pemulangan sejumlah personel TNI non organik dari kawasan Goripaga ke kesatuan induknya pada 13 Juni 2026.
Menurut Dano, peristiwa tersebut menjadi momentum penting untuk membangun hubungan yang lebih baik antara aparat dan masyarakat melalui pendekatan yang mengedepankan dialog, penghormatan terhadap adat istiadat, serta keterbukaan informasi.
Ia berharap ke depan setiap penugasan aparat di wilayah Papua dapat dilakukan dengan mengedepankan prinsip kemanusiaan dan komunikasi yang baik, sehingga tercipta situasi yang aman, kondusif, dan saling menghormati antara aparat keamanan dan masyarakat adat.
Tokoh masyarakat itu juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kedamaian dan stabilitas di Papua dengan mengedepankan semangat persaudaraan dan saling menghargai demi terciptanya kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat.
