Penamatan Santri Ponpes Al-Shoulatiyah, Purnadi: Awal Pengabdian di Masyarakat

Purnadi meminta lulusan terus mengamalkan ilmu di masyarakat.(poto/ist)

PADANGSIDIMPUAN, Satuju.com - Penamatan Santri Ponpes Al-Shoulatiyah menjadi momentum penting bagi 23 santri dan santriwati Angkatan IX Tahun Ajaran 2025/2026 yang resmi menyelesaikan pendidikan mereka setelah menempuh proses pembelajaran selama enam tahun.

Prosesi penamatan digelar di lingkungan Pondok Pesantren Al-Shoulatiyah, Desa Bargot Topong, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Rabu (17/6/2026), dan dihadiri berbagai unsur pemerintah, tokoh pendidikan pesantren, serta wali santri.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Padangsidimpuan, H. Purnadi, SE, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para santri menyelesaikan pendidikan di pesantren.

"Saya sangat mengapresiasi atas penammatan 23 Santri dan Santriwati, dan ini bentuk komitmen dukungan saya sebagai ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Padangsidimpuan terhadap proses pendidikan di lingkungan pesantren," ungkapnya.

Purnadi mengaku bangga melihat perjuangan para santri dan santriwati yang telah menuntaskan pendidikan selama enam tahun penuh. Ia menegaskan bahwa kelulusan dari pesantren bukan akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian di tengah masyarakat.

"Enam tahun bukan waktu yang singkat. Saya yakin kalian telah dibekali ilmu agama yang kuat dan akhlak yang mulia. Jadilah generasi yang tidak hanya pintar secara agama, tetapi juga mampu menjadi teladan di tengah - tengah masyarakat. Ilmu yang kalian dapatkan selama enam tahun ini harus diamalkan, karena sebaik-baik ilmu adalah yang bermanfaat bagi orang lain," ujarnya.

Politikus Partai Golkar itu juga berharap para lulusan mampu menjadi generasi yang menjembatani nilai-nilai keagamaan dengan perkembangan zaman serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Shoulatiyah, H. Muhammad Ali Sudirman Nasution Al-Makkiyyi yang akrab disapa Tuan Nagodang, berpesan agar ilmu yang diperoleh selama belajar di pesantren dapat membawa manfaat luas bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara.

"Setelah enam orang tua menitipkan putra-putrinya di sini, hari ini telah lulus. Semoga ilmu yang di dapat menjadi berkah dan bermanfaat serta dapat diamalkan di kehidupan masyarakat," katanya.

Acara tersebut turut dihadiri Pemerintah Kota Padangsidimpuan yang diwakili Staf Ahli Wali Kota, Ihram Kurnia Agustan, perwakilan Koramil, pimpinan pondok pesantren se-Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), orang tua santri, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Kegiatan penamatan berlangsung khidmat dan penuh haru. Bagi para lulusan, momen tersebut menjadi langkah awal untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama di pesantren dalam kehidupan bermasyarakat.(Ardi Dongoran


BERITA TERKAIT