Rocky Gerung Menghilang dari Panggung Kritik, Publik Mulai Bertanya
Kanal YouTube Rocky Gerung Official yang dikelola bersama Hersubeno Arif. Prabowo Subianto.(poto/ist/Erizal)
Rocky Gerung belakangan jarang tampil di ruang publik. Absennya pengamat politik itu memunculkan berbagai spekulasi di tengah dinamika pemerintahan Prabowo.
Satuju.com - Rocky Gerung menghilang dari panggung kritik politik yang selama satu dekade terakhir identik dengan namanya. Kehadiran pengamat politik tersebut kini semakin jarang terlihat, memunculkan tanda tanya di tengah dinamika pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Selama ini, Rocky Gerung dikenal aktif menyampaikan pandangan melalui berbagai forum diskusi maupun kanal digital. Namun, memasuki hampir satu tahun pemerintahan Prabowo, intensitas kemunculannya menurun drastis.
Kanal YouTube Rocky Gerung Official yang dikelola bersama Hersubeno Arif juga tidak lagi aktif seperti sebelumnya. Padahal, kanal tersebut rutin menghadirkan analisis berbagai isu nasional hampir setiap hari.
Sejumlah kalangan menilai Rocky Gerung mulai mengambil jarak dari hiruk-pikuk politik. Ada pula yang beranggapan suara masyarakat sipil saat ini sudah cukup mewakili kritik yang selama ini kerap disampaikannya.
Spekulasi lain juga muncul terkait kemungkinan kedekatan Rocky Gerung dengan pemerintahan. Nama Jumhur Hidayat sempat disebut pernah menyatakan keinginan menarik Rocky Gerung menjadi bagian dari timnya di Kementerian Lingkungan Hidup.
Di sisi lain, Rocky Gerung beberapa kali mengungkapkan bahwa Prabowo Subianto merupakan teman diskusinya. Kedekatan itu memunculkan berbagai penafsiran mengenai posisi kritis yang selama ini melekat pada dirinya.
Meski tidak seaktif dulu, Rocky Gerung masih sesekali tampil dalam sejumlah kanal digital, termasuk Total Politik dan kanal milik Feri Amsari. Pandangan-pandangannya masih menjadi perhatian publik, meski intensitasnya tidak lagi seperti sebelumnya.
Belakangan, sejumlah pernyataan lama Rocky Gerung kembali beredar di media sosial dan dikaitkan dengan isu-isu terkini. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa pengaruh pemikirannya masih mendapat perhatian, meski sosoknya kini lebih jarang muncul di ruang publik.
